Nyanyi
Berdua, Tinggalkan Pesan, Seperti Mau Pamitan
“IJINKAN aku pergi. Apa lagi yang engkau tangisi. Semoga
penggantiku dapat lebih mengerti hatimu,.”Penggalan lagu Broery Marantika
dengan judul Pamit ini seperti menggambarkan suasana hati Bupati David Bobihoe
Akib dan ketua TP-PKK Rahmijati Yahya. Dari atas panggung kerlap-kerlip, Rahmi
memulainya sambil menuju ke arah David Bobihoe yang duduk bersama unsur Kominda
Kabupaten Gorontalo.
Sementara
itu, tepuk tangan masyarakat yang hadir pada malam itu, tak kunjung berhenti.
Masih dalam lirik lagu tersebut. Rahmi dan David seolah meluapkan isi hati dan
cintanya seraya berpamitan kepada masyarakat Kabupaten Gorontalo. David-Rahmi
seolah berat, meninggalkan jabatan Bupati dan ketua TP-PKK di dareah ini. Tapi,
bukan berarti haus kekuasaan. Melainkan permohonan dan doa yang begitu dalam.
Kelak, jika pengganti mereka tiba. Buatlah darerah ini semakin maju. Sementara
itu tafsir politik coba di buat sejumlah kalangan. Mungkinkah ini adalah
jawaban Rahmi terkait kesiapannya untuk maju dalam Pilkada tertuang dalam bait
lagu terakhir. “kuiring kepergianmu dengan ikhlas hati.” “ Kami tunggu lima
tahun depan bu Rahmi,” kata sejumlah masyarakat. Bukan sebuah kebohongan atau
pencintraan, tak sedikit masyarakat yang hadir pada malam itu ikut meneteskan
air mata kala mendengar syair penutupan itu.
Hadir
pada malam itu, Wakil Bupati Tonny Syam Junus, Kepala Disparbud dan kominfo Sukri Moonti, dan
kepala Distan Zukri Harmain. Ketiga figur ini sedang mengemuka sebagai
figur-figur yang punya kans sebagai pengganti Bupati Daivd Bobihoe Akib.





Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum