
Sebagai ketua PKK baik di tingkat kecamatan maupun desa
harus selalu bersikap persuasif, mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam
setiap program PKK dengan cara
memberikan contoh dari diri sendiri selaku ketua PKK. Hal yang perlu dilakukan adalah selalu turun
dan berada di tengah masyarakat mengayomi dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan.
Hal ini dijelaskan oleh ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Jahja dalam
materinya yang mengulas tentang 10
program PKK yang dirangkaikan dengan pelantikan 8 Ketua PKK Kecamatan bertempat
di Kecamatan Tibawa. Rabu 04/10 Kemarin
Rahmi mengatakan jika
ketua PKK selalu bersama masyarakat , maka secara perlahan akan timbul
rasa kedekatan secara emosial dengan masyarakat, sehingga sekecil apapun yang
terjadi akan selalu disampaikan kepada
Ketua PKK demikian pula apa yang programkan akan dilaksanakan secara sukarela,
apalagi sebagai ketua PKK sendiri turut membadani setiap program dan tidak memanfaatkan
kewenanganya sebagai pemimpin secara semena-mena.
Rahmi juga memberikan contoh selama menjadi ketua PKK selama
7 tahun banyak kasus yang ditemui di masyakat, yang sebagian besar program PKK
tidak jalan karena ketidak aktifan dari PKK, bahkan dasawisma sendiri tidak
mengenal ketuanya. Namun dilain pihak
ada juga ketua PKK yang lihai dalam menarik simpati masyarakat, padahal yang
dilakukan dianggap sepele setiap warga
memiliki hajatan sebagai ketua PKK dia selalu andil didalammnya menghidupkan
budaya “Huyula” mengumpulkan ibu-ibu untuk bekerja sukarela mensukseskan
hajatan dari warga yang kurang mampu atau minimal dengan menghadiri udangan dari dasawisma,
sehingga ketika dilakukan pergantian kepemimpinan PKK kepergiannya diantar
dengan tangisan dari warga




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum