Pengalaman dua kali penjadi
pengawas haji Indonesia utusan DPD RI
membuat Rahmiyati getol dalam mengurusi segala permasalahan jamaah haji, sehingganya dalam pembahasan
Daftar inventaris Masalah (DIM) yang berlasung di Senayan Jakarta Selasa 04/09 kemarin Rahmi memberikan banyak masukan khsusunya
mengenai tenaga medis dan jamaah haji lansia.
Menurut Rahmi tenaga medis yang
diutus ke tanah suci harus dilatih terlebih dahulu sebab menurut Rahmi kebanyakan tenaga medis tidak mampu membaca situasi yang dialami oleh
Jamaah dan yang amat disayangkan kondisi
dilapangan meraka lebih mementingkan
ibadahnya dari pada tugasnya sehingga menimbulkan protes dari Jamaah Haji
khsusunya para lansia.
Rahmi juga mengatakan calon jamaah haji Indonesia sebagian
besar sudah lanjut lansia sehingga untuk pelayanan medis di tanah suci pemerintah bukan saja menyediakan obat-obatan
secara umum tetapi juga turut menyediakan popok bagi orang dewasa sebagai tindakan prefentif sebab berdasarkan pengalaman di Mina Jamaah lansia sering menderita diare, padahal dimina sangat sulit
mencari air.
Mengenai anggaran obat-obatan
juga Rahmi turut memberikan masukan, menurutnya
Stok obat-obatan haji tahun lalu banyak yang tidak habis pakai, jika memang masih layak
pakai pemerintah sebaiknya mengalihkan anggarannya untuk pelanyanan lainnya agar supaya tidak mubazir.





Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum