Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk membina jiwa nasionalisme adalah
membiasakan mereka untuk menghafal lagu-lagu nasional sebab fakta dilapangan
sebagian besar anak-anak lebih mengenal dan menghafal lagu group band populer
dibanding hafalan lagu-lagu nasional yang yang mencerminkan citra bangsanya,
sehingga menjadi tangunggungjawab bersama baik pendidik PAUD, orang tua dan
masyakat untuk merubah kebiasaan tersebut.Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja menjelaskan hal tersebut yang juga dalam kapasitasnya selaku Anggota DPD-RI saat melakukan kegiatan Bakti Sosial PKK Desa Se-Kecamatan Batudaa Pantai Pekan Kemarin.
Rahmi mengatakan bahwa kuatnya daya ingat anak dimasa emasnya merupakan peluang yang jangan sampai terbuang percuma, sehingganya tidak mengherankan jika lagu populer lebih cepat dicerna, dibanding lagu-lagu nasional, sebab dalam kesehariannya anak PAUD lebih banyak berhadapan dengan lagu-lagu populer. Dalam kondisi seperti ini, kita tidak yang tepat jika lebih menyalahkan anak, karena hal tersebut secara nyata menjelaskan bahwa anak jarang dibelajarkan lagu nasional “Anak lebih banyak dengar lagu populer dari pada lagu nasional” ungkap Rahmi
Dalam kesempatan itu pula Rahmi menjelaskan bahwa upaya penanggulangan sejak dini tersebut bukan berarti bahwa anak-anak tidak diperbolehkan menyanyikan lagu poluler, tetapi diharapkan juga terdapat keseimbangan antara keduanya, sebab dibalik hafalan lagu-lagu populer tersebut terselip bakat seni yang juga seharusnya di kembangkan sejak usia dini, tetapi diperhatikan pula lagu yang dibelajarkan harus diseleksi sesuai dengan perkembangan anak, karena Lirik-liriknya banyak bertajukan cinta, selingkuh, bunuh diri, perpisahan dan banyak lagi, sehingga semuanya akan kembali pada peran pendidik orang tua dan masyarakat untuk generasi bangsa kedepan”Tukas Rahmi.





Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum