Selamat Datang di Blog Rahmiyati Center. | About Us | Contact | Register | Sign In

04 Januari, 2011

RAHMI GELAR SOSIALISASI KEBIJAKAN PUSAT DAN POSDAYA



Pos daya singkatan dari Pos Pemberdayaan Keluarga forum komunikasi adalah forum komunikasi, silaturahim, advokasi penerangan dan pendidikan, sekaligus wadah kegiatan penguatan fungsi keluarga secara terpadu, yang secara sepintas nyaris sama dengan oganisasi wanita seperti PKK karena tercakup didalamnya pemberdayaan perempuan. Ini diungkapkan oleh Rahmiyati Jahja dalam kapasitasnya selaku Anggota DPD RI saat menggelar sosialisasi kebijakan pemerintah pusat dan Posdaya di kecamatan Limboto. Selasa 04/01 Kemarin.

Rahmi mengatakan dirinya penyambut baik program pos pemberdayaan keluarga karena programnya untuk mengentaskan kemiskinan melalui pemantapan fungsi keluarga untuk pencapaian target Millenium Development goals (MDGs) 2015. Apalagi dalam kapasitasnya selaku anggota DPD RI komite III memiliki tugas khsusus bidang pemberdayaan perempuan dari 9 bidang yang ditangani dimana bersinergi pula dengan bidang sosial.”Posyadaya selain memiliki kaitan erat dengan Program PKK juga masuk dalam tugas saya sebagai anggota DPD komite tiga yaitu pemberdayaan perempuan”Jelas Rahmi
Posdaya sendiri menurut Rahmi secara faktual sebenarnya sudah sejak lama dilakukan di Kabupaten Gorontalo seperti namun dalam wadah yang berbeda yaitu PKK. Masalah pengentasan kemiskinan baik melalui validasi data dan pemberdayaan dari anak-anak sampai lansia sudah dilakukan termasuk pula melalui program Rahmiyati center , sehingga saling bersinergi”Jadi saya optimis posdaya di Kabupaten Gorontalo akan sukses, karena program sudah jalan tinggal PKKnya di ganti dengan posdaya”Jelas Rahmi sambil berkelakar.
Sebagai senator juga Rahmi dihadapan peserta sosialisasi mengatakan untuk mengoptimalkan program pemberdayaan perempuan ia telah mengasiprasikan kepada pemerintah pusat agar pemberdayaan perempauan memiliki dana alokasi khusus dan tidak melekat pada lembaga lainnya seperti sosial dan diknas sebab tidak dapat dikelola oleh lembaga pembedayaan perempuan secara mendiri yang menjadi pemicu kegagalan program pemberdayaan perempuan”Kepada menteri saya sudah usulkan agar pemberdayaan perempuan harus memiliki Dana alokasi khusus sendiri agar tidak mengemis pada lembag lain dan program pemberdayaan akan maksimal’Tukas Rahmi
Share this article now on :

Posting Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))

Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum