Lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) saat ini memang merupakan sebuah program yang semestinya harus terus digalakkan, pasalnya dengan tingginya angka kematian ibu dan bayi melahirkan terus menjadi penyebab utama. Di Kabupaten Gorontalo meskipun masih tergolong rendah jika dibanding dengan jumlah secara nasional, namun hal tersebut tetap menjadi ancaman bagi kaum ibu sehingga dengan GSI mutlak untuk digalakan
Sehingganya Ketua Pokja IV Zesca Melia Uno, M.Kes saat dikonfirmasi mengenai pelaksanaan lomba GSI tingkat provinisi Rabu 13/10 Kemarin menjelaskan bahwa Lomba GSI memang mencari yang terbaik, tetapi merupakan sebuah kewajiban bersama untuk memberikan pemahaman kepada publik arti pentingnya GSI tersebut.”Kita sudah rutin menggelar Lomba GSI, dan untuk tahun 2010 tetapi kita harus juga mensosialisasikan kepada masyarakat apa sebenarnya GSI itu sehingga lomba tidak terkesan sebagai seremoni saja”Tukas Zeska
Gerakan Sayang ibu jelas Zesca tujuan utamanya secara umum untuk memotivasi serta mengkoordinasikan kelahiran, kematian khususnya bagi ibu yang beresiko tinggi. Untuk menangani pemasalahan itu dalam struktur GSI dibentuk satgas yang berjumlah 10 orang atau lebih yang memiliki tugas untuk mengkoordinir ibu-ibu yang mulai hamil sampai melahirkan.” Ambulance desa, donor darah, bidan, tenaga pendamping saat melahirkan serta merintis tabungan ibu bersalin atau TABULIN adalah tugas dari satgas GSI sehingga ibu yang akan melahirkan benar-benar tertangani dengan baik dan terencana”Jelas Zesca
Sementara itu Wakil Ketua III PKK Ny. Farida Bobihoe Rahmola dalam penjelasnnya secara terpisah menjelaskan teknis pelaksanaan lomba GSI tingkat Kabupaten Gorontalo dimana Kecamatan Tibawa telah diutus sebagai perwakilan kabupaten karena berhasil mengungguli 16 kecamatan lainnya dari segi keaktifan dan kelengkapan administrasi.

SELESAIKAN TANGGUNGJAWAB
UMROHKAN PKK

SERAHKAN MOBIL PGRI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum