Setelah mendengar berita kebakaran, langsung saja Rahmijati Jahja, bergegas dan meninggalkan rumah dinas, padahal pada saat itu ia tengah menjamu keluarganya dari kota Gorontalo yang datang berkunjung untuk bersilaturahim. Laporan datang dari sms warga yang melaporkan bahwa telah terjadi kebakaran yang telah menghanguskan empat buah rumah dan menelan korban jiwa di Desa Isimu Utara. Senin. 29/03.
Kedatangan Rahmi disambut dangan tangisan korban yang mengadu atas kejadian tersebut. Di hamparan yang cukup luas Rahmi meyaksikan langsung sisa api yang masih dipadamkan membakar empat buah rumah hingga rata dengan tanah. Dari warga diperoleh informasi bahwa keempat rumah yang dibangun semi permanen itu dihuni oleh 6 kepala keluarga yang rata-rata bekerja sebagai pekerja pabrik tepung kelama Isimu.
Rahmi juga mendapati informasi bahwa terdapat seorang korban meninggal yaitu Suma Tolulu, namun bukan meninggal karena terbakar akan tetapi karena shok melihat kobaran api yang begitu besar melahap rumah tinggalnya.
Sumber api yang menjadi malapetaka belum dapat dipastikan, karena para korban belum bisa dikonfimasi karena masih trauma dengan kejadian tersebut. Sedikit dari informasi yang berhasil di peroleh diantara korban, ada yang memiliki tabungan berupa uang yang disimpan di rumah mencapai jutaan rupiah habis terbakar bersama isi rumah
Sehingganya untuk sekdar meringankan beban para korban, Rahmi menyerahkan bantuan berupa sejumlah uang kepada seluruh korban, yang kemudian di susul oleh bantuan dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana yang tiba sesaat setelah kunjungan Rahmi.”Saya merasa iba dengan kondisi meraka, yang pasti yang dibutuhkan pertama kali adalah bagaimana mereka makan dan tinggal untuk sementara, karean apa yang meraka miliki hanyalah selembar pakaian yang melekat di badan, pemerintah daerah melalui dinas sosial dan Badan Pengangulangan Bencana akan menangani hal itu”Jelas Rahmi




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum