Baru saja direncanakan beberapa hari sebelumnya, pertemuan pembahasan standarisasi makanan taradisional khas Gorontalo langsung digelar oleh PKK Kabupaten Gorontalo melalui Program POKJA III kerjasama dengan badan pemberdayaan perempuan Kabupaten Gorontalo Kamis 19/02 seluruh unsur kewanitaan baik dari partai politik, SKPD yang terkait hingga masyarakat umum terutama lansia bertempat di rumah baca dan internet the Rahmiyati Centre Kabupaten Gorontalo.
Sebagian dari nama jenis makanan yang dibahas adalah makanan khas yang secara umum dikenal di pedesaan adalah jenis masakan pilitode, yilalango, yilulia, tilumiti dan yilahe. Uniknya dari nama masakan yang ada dikaji berdasarkan penafsiran kata bahas Gorontalo, seperti halnya untuk masakan Yilahe atau kua asam menurut berapa peserta berasal dari kata Uyilahepo yang bermakna hasil campuran dari berbagai macam bahan masakan.
Lain lagi dengan masakan kua bugis memperoleh tanggapan yang serius salah satu pemerhati budaya Rukmin Otaya. Menurutnya dari segi nama memang tidak menunjukan khas masakan Gorontalo, tatapi ada jenis masakan yang sama dikenal dengan tabu lo u moitomo atau kua hitam. Bentuknya nyaris sama dengan kua bugis, tetapi berbeda dari bahan pembuatannya dimana kua hitam menggunakan kelapa yang dikukus hingga menjadi hitam dan dibuat lauk”Sebenarnya Gorontalo punya kua hitam seperti kua bugis, dan nama ini terkenal kerena berdasarkan sejarah nenek moyang suku Gorontalo berasal dari suku bugis dan ternate”ungkap Rukmin
Sementara itu anggota Pokja III Yudhi Abd. Latief saat dikonfirmasi mengungkapkan berlum semua jenis masakan khas yang sempat dibahas, masih banyak jenis masakan khas daerah yang belum terungkap, sehingga pertemuan yang dilakukan itu merupakan langkah awal dan akan disempurnakan pada kesempatan berikutnya.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum