Ketua TP. PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Yahya tak sanggup menyembunyikan kekecewaannya ketika mendapati bayi kembar anak warga miskin nyawanya tidak tertolong lagi. Parahnya bayi tersebut sesuai informasi dari petugas Rumah sakit Dunda keluar paksa oleh pihak keluarga dan akhirnya meninggal di rumahnya di dusun Ampel Desa Lamahu Kecamatan Boliyohuto. Kamis 28/01
Bayi yang lahir pada tanggal 25 pekan lalu itu diberi nama Akram dan Akmal itu adalah pertama dari pasutri Harun Suleman dan Ratna Kasim, sebelumnya di larikan oleh petugas puskesmas Boliyohuto untuk memperoleh pertolongan karena lahir dalam keadaan prematur dengan berat rata-rata 1.4 Kg. Akmal anak pertama tidak bertahan lama dan langsung meninggal dirumah dua hari setelah dilahirkan, sementara Akram anak kedua akhirnya meninggal Kamis siang setelah keluar paksa dari rumah sakit.
Rahmijati mengaku bahwa ia telah menerima informasi dari pihak rumah sakit bahwa terdapat bayi kembar prematur anak dari warga miskin sementara di rawat di rumah sakit, namun setelah melakukan pengecekan langsung dirumah sakit 20/01 ternyata bayi tersebut telah dibawa keluar paksa oleh pihak keluarga. Mengingat gambaran kondisi bayi yang kritis, Rahmijati memutuskan untuk mengunjungi langsung keberadaan bayi di kampungnya dengan maksud untuk membawa kembali bayi untuk dirawat secara intensif. Namun ternyata saat ditemui ternyata bayi tersebut telah meninggal dunia.
Melalui penelusuran informasi pihak keluarga dan pihak medis, Rahmijati menyimpukan bahwa kematian bayi itu ternyata dilatar belakangi oleh kurang pengertian akan masalah kesehatan bayi dimana tanpa mempertimbangkan resiko kehilangan nyawa pihak keluarga memutuskan untuk keluar paksa dengan alasan biaya pengobatan. Namun Rahmi memaklumi hal tersebut dimana menurutnya jika lebih awal diberikan informasi tanpa menyalahi ketentuan yang kuasa Rahmi optimis bayi tersebut bisa tertolong”Seadainya pihak rumah sakit cepat memberitahukan kepada Saya bisa saja bayi tersebut dapat diselamatkan” Jelas Rahmi
Pada kunjungan itu Rahmi mengembalikan seluruh biaya pengeluaran pihak keluarga, pemakaman serta uang belanja untuk meringankan beban duka, Namun Rahmi tetap mengingatkan agar ibu yang baru saja melahirkan tetap memperoleh perwatan berupa donor derah karena kondisinya yang nampak puca pasih.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum