Seiring pergantian tahun ternyata menjadi inspirasi dari sebagian kader TP. PKK dalam mengembangkan usahanya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Sartin Bakari, kader di Desa Barakati yang dalam kesehariannya dengan rutinitas membuat kue dan kerajinan tangan, membuat kue stik jagung dalam bentuk dan kemasan yang baru pula.
Saat di temui pada pelaksanaan Klinik Pelayanan Publik Kecamatan Batudaa Senin 11/01 kemarin Sartin mempraktekan sekaligus memberikan penjelasan mengenai bentuk baru stik jagung, kue yang sejenis kripik yang telah di buatnya sejak dua tahun silam. “stik jagung tahun 2009 bentuknya seperti ranting kecil-kecil dan tahun 2010 berubah menjadi model pipa lubang ditengahnya” Jelas Sartin
Ditambahkan perubahan bentuk itu didasarkan dari fakta yang ada dimana menurut Sartin, kue dagangannya yang telah dipasarkan di minimarket itu sebagian besar rusak sebelum tiba ditangan konsumen karena konstruksinya mudah patah, maka saat ini telah dirumah lebih kuat lagi dengan bentuk yanga agak besar dengan daya tahun hingga empat bulan.
Bupati Gorontalo David Bobihoe yang turut menyaksikan demonstrasi tersebut menanyakan nilai keuntungan yang didapatkan dari produksi stik jagung dan alat yang digunakan, secara terurai Sartin mengatakan dari keuntungan yang bisa diperoleh sebesar 50 persen dari jumlah modal serta menggunakan alat khusus yang bernilai satu juta rupiah. “Pembuatan melalui proses sebanyak dua kali, keuntungan mencapai 50 % dari jumlah modal dan menggunakan alat khusus” Tambah Sartin
Pada kesempaten tersebut Bupati Davit berjanji akan menambah satu unit alat pembuat stik jagung guna meningkatkan jumlah produksi, bersama usaha pembuatan dodol tradisional Gorontalo yang juga di pelopori oleh kader PKK Barakati.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum