Anggota DPD-RI Komite III Selasa 25/01 melakukan penjaringan aspirasi di Provinsi Gorontalo. Rombongan disambut oleh pemerintah Provinsi, serta anggota DPD RI asal Gorontalo Rahmiyati Jahja di bandara Djaluludin Gorontalo dan langsung menuju ke rumah dinas Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk penerimaan secara resmi. Usai penjauman dan istirahat robongan yang berjumlah 13 langsung menggelar pertemuan dengan seluruh stakeholder jajaran pemerintah yang dipandu oleh Sekertaris daerah Idris Rahim bertempat di Aula Kantor Gubernur Gorontalo.
Koordinator Komite III Azis Qahar Mudzakar selaku pimpinan rombongan mengatakan Gorontalo menjadi tujuan perdana kunjungan komite III untuk menjaring aspirasi mengenai masalah pendidikan, agama , kesehatan serta bidang lainnya yang menjadi bagian dari Komite III. Gorontalo sesuai kesepakatan besama Anggota DPD-RI terpilih menjadi daerah tujuan perdana komite III mewakili wilayah Indonesia bagian timur, sehingga segala permasalahan yang ada di Gorontalo akan menjadi rujukan dari Aspirasi komite III, sehingga penjaringan aspirasi didukung dengan fakta berupa angka.Permasalahan sertifikasi guru honorer, Evaluasi ujian nasional, masalah kuota haji, jamkesmas, HIV/AIDS yang saat ini menjadi isu nasional ditelusuri permasalahannya juga di provinsi Gorontalo sedetail mungkin sekaligus masalah bandingan yang terjadi diwilayah anggota DPD-RI Lainnya
Sementara Rahmiyati Jahja sebagai anggota tim sekaligus tuan rumah dalam pertemuan itu pula membahas mengenai pemerataan guru antara kebutuhan dan jumlah murid, sekaligus menyentil kaum waria yang menurutnya cupkup rentan mengenai permasalahan HIV/AID sehingga menurutnya perlu pengawasan melalui organisasi waria yang disebut Wanita Special sebagaimana yang telah dirintisnya”Jumlah waria di Provinsi Gorontalo sekitar 600 orang, mereka sangat rentan terhadap HIV/AIDS maka saya bentuk organisasi wanita special”Ungkap Rahmi




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum