Tengkulak ternyata masih mendominasi usaha perekonomian masyarakat miskin yang berada di daerah terpencil. Hal ini diungkapkan oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja sesaat setelah menemui patani kopra sekaligus memberikan bantuan sembako bagi masyarakat Desa Huwongo Kecamatan Biluhu bebera pekan lalu.
Dari petani kopra yang berhasil ditemui oleh Rahmijati tengah bekerja adalah Eli Djailani wanita paruh baya dengan tiga anak. Eli mengaku sejak remaja menjadi petani kopra mengaku tetap saja tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, apalagi jenis usaha tersebut tergolong musiman, dan dari hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan suar lelah untuk menghasilkan kopra yang siap dipasarkan.
Dari hasil konfirmasi Ketua TP. PKK Rahmijati Jahja Eli menguraikan bahwa hasil panen koprea diwilayahnya hanya dijual kepada tengkulak dengan harga murah, tetapi hal tersebut menurutnya terpaksa dilakukan karena desakan kebutuhan serta pertimbangan tempat pemasaran .”Disini kelapa hanya dibeli oleh tengkulak, dari pada repot-repot lebih baik dijual saja walaupun dengan harga murah, agar segera bayar hutang”jelas Eli
Sehingganya Rahmijati menyarankan agar produksi kopranya dijual pada koperasi terdekat agar dapat memperoleh harga yang sesuai. Namun dengan nada pesimis Eli mengungkapkan bahwa sebenarnya beberapa tahun sebelumnya terdapat koperasi di desanya namun saat ini sudah tidak beroperasi lagi itu pun hanya menjual kebutuhan harian dan tidak bergerak dalam usaha pembelian hasil pertanian masyarakat seperti kopra.”Dulu ada koperasi Cuma jual barang harian, tidak menerima penjulan kopra”Tandasnya
Diakhir kunjungannya kepada ibu Eli Rahmijati menyerahkan bantuan alakadarnya serta perlengakapan sholat.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum