KELOMPOK MUDA DAN LANSIA BERSAING
Pemberian bantuan usaha kelompok mandiri yang dilakukan oleh Ketua TP. PKK Kabapaten Gorontalo bagi masyarakat miskin beberapa bulan lalu, selain memberikan efek positif bagi ekonomi keluarga juga memiliki kisah tersendiri. Pasalnya kedua kelopok antara kelompok usaha yang dikelola oleh dasawisma dan kelompok lansia tersebut bersaing ketat. Uniknya kelompok lansia yang tampil lebih unggul dari segi jumlah pendapatan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja sebelumnya telah mengisahkan hal tersebut.
Dikatakan bahwa pembentukan kelopok usaha mandiri tersebut berawal dari kunjungan kedasawisma dimana sesuai fakta terdapat teridentifikasi beberapa keluarga dalam satu kepala keluarga miskin memiliki anggota hingga 24 jiwa. Dari hasil kajian ada, Rahmijati menetapkan program pemberdayaan keluarga melalui pembentukan kelompok usaha yang memberoleh pengawasan langsung dari PKK Kabupaten dalam masa percobaan dengan alasan bahwa bantuan dalam bentuk uang hanya bernilai konsumtif dan tidak dapat dikembangkan.
Dengan berdirinya kelopok tersebut, giliran utusan lansia datang menghadap dan memohonkan kepada PKK agar membentuk kelompok usaha khusus lansia, akhirnya terbentuk pula kelompok lansia, dengan dasar pemberdayaan lansia yang melekat pada pokja I dan juga untuk menghindari kecemburuan sosial.
Dibawah panduan langsung dari PKK kedua kelompok mulai menjalankan usahanya Kerlompok dasawisma mengandalkan pemasaran melalui fasilitas umum dan pendidikan, sementara lansia memilih untuk melakukan pemasaran dengan cara mengunjungi langsung rumah pejabat dan penduduk sehingga rumah dinas Bupati tak pernah absen untuk dikunjungi “Kelompok Lansia berjualan keliling kerumah-rumah dan terakhir mengunjungi rumah dinas untuk menawarkan seluruh sisa jualan maka maka apapun alasannya saya harus beli meskipun sepintas terkesan yang beri modal saya juga yang beli”Ujar Rahmi tersenyum
Perbedaan penghasilan yang sangat menyolok pun terjadi, hari pertama berjualan Kelompok dasawisma sehari hanya beroleh untung 45 ribu sementara lansia mencapai 95 ribu. Maka tim identifikasi PKK yang dipimpin oleh Rahmi sendiri turun dan memperoleh fakta dimana dasawisma memang harus menerima keunggulan dari lansia karena selama melakukan produksi usaha gorengan dan kripik pisang kelompok dasawisma diperhadapkan pada dilema untuk orientasi keuntungan atau untuk konsumsi keluarga khususnya anak-anak. “memang semua usaha pasti punya resiko, tetapi setidaknya keluarga miskin bisa mengembangkan ekonomi keluarga melalui keterampilan yang dimilikinya”Tukas Rahmi.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum