Penjaringan penerima bantuan rumah layak huni (Mahayani) bagi masyarakat miskin yang dilakukan oleh PKK Kabupaten Gorontalo dipimpin oleh Rahmijati Yahya didampingi oleh Wakil ketua Maryam Puhi Sabtu 11/10 kemarin berakhir. Tercatat sejumlah 20 jatah yang habis dibagikan yang tersebar dibeberapa kecamatan. Kunjungan terakhir kemarin tersebut berlangsung di dua tempat yaitu desa Datahu Kecamatan Tibawa bagi seorang lansia yang bernama Abdullah Mohamad dan di Desa Lupoyo Kecamatan Telaga Biru diberikan kepada bapak Imran Suleman.
Dari 20 rumah tersebut sesuai data disekertariat PKK tersebar di delapan kecamatan masing-masing Kecamatan Limboto memperoleh jatah 6 rumah, Limboto Barat 1 rumah, Tibawa 2 rumah, Tabongo 3 rumah, Boliyohuto 1 rumah, Telaga Biru 1 rumah, Tilango 2 rumah, Telaga Jaya 4 rumah.
Warga miskin yang terjaring tersebut merupakan hasil survei langsung dengan cara mengunjungi rumah warga yang menjadi target, memeriksa kondisi rumah dari halaman depan hingga bagian belakang dan tentunya kontruksi rumah harus memenuhi persyaratan dimana tidak layak lagi menjadi tempat hunian “atap bocor dinding bocor yang lebih menyedihkan terdapat rumah sudah sempit dan tempat tidur juga merupakan tempat makan ” Jelas Rahmi dengan nada sedih.
Menyinggung tentang banyaknya warga miskin yang sempat dikunjungi tetapi tidak memperoleh jatah bantuan, Rahmijati mengatakan bahwa dari sekian kriteria yang telah diberikan, faktor penentu utamanya adalah hak kepemilikan tanah, sebab Mahayani tersebut hanya bisa diberikan bagi meraka yang telah memiliki tanah sendiri” Jelas Rahmi.
Namun Rahmi tetap membesarkan hati warga untuk tetap berusaha bagaimana memiliki lahan sendiri guna pembangunan Mahayani untuk anggaran kedepan melalaui program pemerintah daerah.”berusaha untuk beroleh lahan sendiri, supaya kedepan akan beroleh jatah melalui pemeriontah daerah”Tukas Rahmi.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum