MALANG—Meskipun gelegar keinginan dari para kaum perempuan di Indonesia untuk maju bangkit terus digaungkan, namun tidak semuanya bisa memahami peran dan posisi kaum perempuan dalah rangka pengarus utamaan gender.
Menurut Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Yahya Bobihoe hal ini disebabkan oleh berbagai persoalan klasik tentang perempuan yang menjadi polarisasi ditingkat bawah. Beberapa permasalahan tersebut menurut Rahmi diantaranya masih kuatnya faktor sosial yang bersifat partiarki. Masih banyaknya perundang-undangan, kebijakan dan program pembangunan yang belum peka gender dan masih bias gender. “Sosialisasi tetang ketentuan hukum yang menghapuskan diskriminasi belum maksimal, dan juga belum adanya kesadaran gender dikalangan pengambil keputusan pada lembaga pemerintahan,” tandasnya.
Oleh karena itu menurut Rahmi kondisi ini harus mampu diselaraskan agar peran kaum perempuan lebih bisa setara dengan kaum pria. Dengan demikian menurutnya sasaran pembangunan pemberdayaan perempuan bisa tercapai, hingga kedudukan dan peran perempuan diberbagai bidang kehidupan berkeluarga, berbangsa dan bernegara bisa sejalan. (GP-66)

SELESAIKAN TANGGUNGJAWAB
UMROHKAN PKK

SERAHKAN MOBIL PGRI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum