Selamat Datang di Blog Rahmiyati Center. | About Us | Contact | Register | Sign In

16 Juli, 2008

Jadikan Anak Sebagai Teman Bukan Musuh

Kamis, 17 Juli 2008
LIMBOTO-Ketika anak berusia lima tahun ia menjadi tuan anda, ketika berusia sepuluh tahun ia menjadi pelayan anda, ketika berusia lima belas tahun ia menjadi partner anda dan setelahnya ia bisa menjadi teman atau musuh anda sesuai dengan pola asuh yang ia terima.

Itulah penggalan syair yang diungkapkan oleh Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati David Bobihoe dalam materinya yang bertemakan Peran PKK dalam Forum Pendidikan Usia Dini pada kegiatan diklat pendidik PAUD Se-Kabupaten Gorontalo yang digelar oleh Dinas Diknas Kabupaten Gorontalo diikuti oleh perwakilan pendidik PAUD utusan 17 Kecamatan Se-Kabupaten Gorontalo pada kegiatan pendidikan dan pelatihan bertempat di Aula SDM Diknas Kabupaten Gorontalo Selasa (15/7).

Rahmi menjelaskan bahwa pikiran anak lebih aktif dari pada orang dewasa disebabkan oleh dua alasan yang pertama karena pikiran anak tumbuh dengan emosi yang besar yang membuatnya aktif selama masa pertumbuhan anak menggunakan mental dan energi fisiknya dengan berbagai cara sepanjang waktu, dan alasan keduanya untuk menanggulangi hal tersebut pendidik untuk anak harus dipertimbangkan dari lima sudut pandang yang berbeda yaitu fisik, mental, moral, sosial, spiritual dan jika satu ssi berkembang dan sisi lain tidak, maka secara alami anak akan memperlihatkan kekurangan dalam perkembangan. Pendidikan fisik dapat diberikan sejak bayi dengan bantuan misk, dengan menggerakakn tangan, kaki jari-jari disamping makanan bersih dan bergizi.

Diakhir materinya Rahmi memberikan berbagai trik untuk membiasakan anak terhadap sikap positif yang meliputi membiasakan dengan pola hidup gigih dan mandiri, perlakukan anak dengan hangat, biasakan anak berkata jujur, berani disiplin, jangan telalu menekan dan memanjakan, biasakan anak berkomunikasi dengan baik, bertegur sapa dan mendapatkan perlakukan yang sopan, rasional, dan menyadarkan bukan yang menyudutkan dan menjadikannya trauma, sering-seringlah memberi motivasi, pujian dan hadiah yang proposional dan mendidik, sesuaikan arah dan pola pendidikan dengan kecenderungan dan kapasitas potensi yang dimiliki, bantu anak menjadi diri mereka sendiri, dengkatkan anak dengan alam dan pemandangan natural, dekatkan anak dengan bukti kemaha murahan allah, biasakan anak untuk berbagi, meminta maaf dan memaafkan serta mengalah, ajari anak etika keseharian menurut agama makan minum, tidur becanda dan sebagainya. gpinfo
Share this article now on :

Posting Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))

Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum