Ditargetkan tahun 2009 mendatang seluruh masyarakat di Kabupaten Gorontalo menggunakan jamban, sebab sesuai kenyataan lapangan masih terdapat sebagian besar masyarakat belum memiliki jamban dan air bersih. Sementara itu sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) saat ini begitu gencar dilakukan oleh PKK bekerjasama dengan lintas sektor khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo melalui penyuluhan bahkan dengan menyebarkan stiker PHBS disetiap rumah penduduk.Hal ini diungkapkan oleh Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Rahmijati David Bobihoe didampingi oleh Wakil ketua PKK Ny. Maryam Puhi dalam sambutannya saat membuka Rapat Rutin PKK Kabupaten Gorontalo di Kecamatan Asparaga bertempat di Desa Karya Indah Kecamatan Asparaga.Rabu 17/7
Dalam permasalahan perilaku hidup sehat tersebut menurut Rahmijati berawal dari pola hidup masing-masing yang lebih dipengaruhi oleh faktor kebisaan. hal tersebut lebih nampak pada manajemen waktu dalam kebersihan dimana sering setiap individu mengulur-ulur waktu untuk melakukan suatu aktifitas keberswihan. Sehingganya yang menjadi tugas dari ibu-ibu PKK melalui dasawisma sejak dini melakukan perubahan untuk membiasakan diri berperilaku hidup sehat "Didepan posyandu ada anak gizi buruk" Ungkap Rahmi mencontohkan.
Khsusus mengenai jamban, Rahmijati mengakui bukan saja dipedesaan warga yang tidak memiliki jamban, sebagaimana dicontohkan bahwa sesuai temuannya pada pelaksnaan PKK Mobile di Kecamatan Limboto yang berstatus sebagai ibu kota Kabupaten Gorontalo juga masih banyak warga yang tidak memiliki jamban dan hanya menggunakan fasilitas alam. Sehingga menurut Rahmijati apapun yang dilakukan oleh pemerintah dan PKK untuk mensosialsiasikan PHBS tidak akan terwujud jika tidak didukung oleh perubahan perilaku masyarakat untuk hidup bersih.
Sebagai bentuk perhatian dari pemerintah daerah, saat ini melalui seluruh lintas sektor telah diprogramkan jambanisasi dimana setiap dasawisma yang belum memiliki jamban akan difasilitasi oleh pemerintah dengan bantuan pembangunan jamban umum. Sehingganya dalam kesempatan tersebut Rahmijati meminta seluruh dasawisma agar mendata setiap anggotanya yang tidak memiliki jamban sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah dalam program jambanisasi.
Sementara itu Ketua PKK Kecamatan Asparaga Ny.Roslinda Lasido Tahir dalam laporannya mengatakan bahwa PKK Asparaga yang memiliki 127 Dasawisma telah melakukan sosialisasi PHBS hingga kepelosok desa yang terisolir diantaranya desa pangahu hingga Alawahu yaitu salah satu desa yang harus ditempuh dengan naik sampan selama dua jam yang oleh Rahmijati direncanakan akan turut dikunjungi.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum