Selamat Datang di Blog Rahmiyati Center. | About Us | Contact | Register | Sign In

22 Juni, 2008

Penderita Gizi Buruk Capai 425 Kasus

Kamis, 19 Juni 2008
Pengaruh Stabilitas Ekonomi Politik

LIMBOTO
-Ditengah gencarnya program pelayanan kesehatan oleh Pemkab Gorontalo sepertinya berbanding terbalik dengan temuan di lapangan. Bagaimana tidak, hingga semester awal tahun 2008,trend kasus Balita penderita gizi buruk di kabupaten Gorontalo terus mengalami peningkatan. Buktinya, hingga bulan Mei 2008 ini tercatat 425 Balita teridentifikasi gizi buruk. Bahkan, 3 diantaranya tewas akibat menderita gizi buruk yang cukup akut.

Kepala seksi gizi masyarakat Dinas Kesahatan Kabupaten Gorontalo melalui staf gizi Herdi Moningka SKm mengakui, dari data Dinas Kesehatan lewat laporan bulanan stutus gizi buruk Balita untuk tahun 2008 tercatat, 425 penderita gizi buruk diman 311 penderita lamn dan 114 penderita baru. Namun menurtu Herdi, tingginya angka gizi buruk yang ditemukan bukan berarti Dinas Kesehatan gagal dalam pemberian pelayanan bagi masyarkat, khususnya masyarakat ekonomi lemah.

Munculnya Balita-balita penderita gizi buruk tidak lepas dari peran PKK dasa wisma yang melaporkan jika da Balita menderita gizi buruk. Sehingga bisa dikata gizi buruk di Kabupaten Gorontalo tidak lagi berupa fenomena gunung es dimana yang tampak hanya sebagian, namun didalamnya bisa mengakar. "Namun sudah menggali mengungkap status kasus gizi buruk ini sebenarnya, lewat bantuan dasawisma yang cukup berperan aktf," jelasnya.

Herdi menjelaskan, dalam menangani kasus gizi buruk perlu ada kerja sama lintas sektor, karena terjadinya kasus gizi buruk disuatu daerah terjadi karena banyak faktor diantaranya adalah faktor ekonomi dan politik. "Faktor kemisikinan cukup berpengaruh pada peningkatan gizi buruk termasuk sanitasi lingkunan dan pola asuh pada Balita," kata Herdi seraya menegaskan, bahwa dibanyak tempat di bayi seringkali hanya diberi bubur tepung, dengan hanya berbahan dasar tepung ditambah garam akibat ketidaktahuan maupun himpitan ekonomi. "Jadi penanganan ini harus dilakukan bersama dengan lintas sektor, lewat perbaikan ekonomi sehingga Balita mendapat asupan gizi yang cukup," jelasnya.

Lantas bagaiman peran Dinas kesehatan sendiri untuk menekan dan menganggulangi angka gizi buruk di kabupaten Gorontalo.
Herdi mengatakan, penanggulangan gizi buruk di Kabupaten Goronatlo masih berupa pelayanan kesehatan dasar lewat pemberian makana tambahan dan sosioalsasi untuk merubah perilaku masyarakat. "Karena selain faktor ekonomi kasus ini berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan maupun pola asuh," tandasnya.

Bagaimana dengan 3 balita yang tewas akibat menderita gizi buruk? Herdi mengemukakan, 3 Balita yang tewas akibat menderita gizi buruk pada tingkat marasmu coserkot yang cukup akut sehingga tidak bisa tertolong ditambah penyakit penyerta. "Dua diantara Balita tersebut meninggal di pusat pemulihan gizi buruk yang berada di medicak center Telaga, sementara satu diantaranya meninggal di rumah korban," tandasnya. gpinfo
Share this article now on :

Posting Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))

Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum