
Sebanyak kurang lebih 175 jandah sekecamatan Limboto Barat pada hari sabtu 21 Juni 2008 bertempat diaula kantor desa tunggulo curhat kepada Ketua TP. PKK Ny. Rahmiyati Yahya terkait dengan keberadaan mereka yang selama ini seperti termarginalkan ditengah masyarakat karena status mereka sebagai seorang jandah. diantara mereka mengungkapkan sesungguhnya status jandah yang melekat pada diri mereka saat ini bukanlah keinginan mereka, namun kondisilah yang membuat mereka menjadi jandah, seperti halnya yang diungkapkan salah seorang janda 4 tahun yang mengungkapkan bahwa dirinya memilih untuk menjanda diakibatkan oleh karena tidak ingin dimadu dalam arti dijadikan istri yang ke 2 meskipun sesungguhnya selama 4 tahun bersama suami mereka hidup rukun dan tidak pernah terjadi pertengkaran diantara mereka, namun setelah diketahui suaminya yang telah memberikan 1 orang anak kepadanya, telah memiliki seorang istri yang memang dipilihkan orang tua dikampung halamannya didaerah sulawesi utara, membuat dirinya harus rela dan ikhlas melepaskan suaminya kepada istri pertamanya, meskipun hingga saat ini 4 tahun menjanda belum ada surat cerai resmi dari pengadilan agama. Ny. Rahmiyati Yahya pada kesempatan tersebut mengajak kepada para janda untuk tetap tabah dan tawakal terhadap status yang mereka miliki saat ini, dan tidak perlu merasa seakan termarginalkan ditengah masyarakat, namun tunjukanlah bahwa diri kita meskipun berstatus sebagai janda bisa menghidupi keluarga dan lebih khusus lagi bisa memberikan peran dalam kehidupan sosial kemasyarakatan didesa, karena menurutnya persolan jodoh, riski dan umur adalah rahasia dari Allah SWT. selaku kaum wanita yang saat ini bertindak selaku kepala keluarga dalam menghidupi keprluan anak - anak kita harus terus bekerja dan belajar tanpa mengenal lelah, karena bila kita malas maka kita dengan sendirinya akan mengalami kesulitan dalam menafkahi keluarga dan lebih khusus lagi akan tertinggal atau termarginalkan dari kaum pria, apa saja harus dipelajari ujar Rahmi. antara sesama wanita kita harus saling belajar untuk maju dan tidak boleh iri hati, negative thinking, menjegal, gonto - gontokan, saling fitnah dan lain sebagainya. wanita harus memiliki ketrampilan dan selain banyak belajar wanita juga harus kreatif dan proaktif, mau mengubah prilaku dan pola pikir serta yang lebih penting tambah Rahmi adalah mengasah ketrampilan sesuai talenta yang diberikan tuhan dan ingat kita tidak boleh serakah dalam arti tidak bisa memaksakan diri melakukan semuanya. para wanita khususnya kaum ibu tegas Rahmi harus mampu melakukan perubahan agar tidak ketinggalan, perubahan dimaksud adalah dengan meningkatkan kemampuan diri sehingga bisa mengimbangi kehidupan yang kelak akan dialami si anak. para ibu harus lebih dulu memiliki kualitas yang baik, jangan pernah untuk berhenti belajar dan terus menambah pengetahuan, sebab dengan itu semua keluargapun akan semakin berkualitas dan kaum ibupun tidak akan termarginalkan akibat perbedaan gender jelasnya. Rahmi juga mengingatkan sebagai wanita jangan pernah puas dengan apa yang telah dilakukan, karena apabila kita cepat puas maka kita bisa ketinggalan, sebaliknya kita harus terus mengoptimalkan kemampuan dengan cara belajar dan terus menambah pengetahuan yang pada intinya hanya wanita yang terus mau untuk meningkatkan kualitasnya sajalah yang dapat menuntun anak mereka pada kesuksesan dalam menghadapi era platinum nanti Tegas Rahmi. karena dalam mendidik anak dan mempersiapkan anak untuk memasuki era generasi platinum bukanlah suatu hal yang mudah, dimana peran orang tua terutama kaum ibu sangat diperlukan dalam membentuk mental dan prinsip agar anak siap dan memiliki sikap tegas terhadap perubahan. segala sesuatu pasti ada positif dan negatifnya ujar Rahmi. agama adalah faktor paling dasar membentuk kekuatan mental anak, karenanya bila anak - anak dibekali nilai - nilai agama yang kuat maka mereka akan memiliki sikap dan prinsip yang tak gampang tergoyahkan seberat apapun arus kemajuan itu menerpa, jelasnya.
Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum