lebih
lanjut Dikatakan Rahmiyati, ke-empat pilar ini lahir melalui empat peristiwa
bersejarah yakni Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Penetepan Pancasila pada 1 Juni
1945, Proklamasi pada 17 Agustus 1945 dan pengesahan UUD 1945. Atas empat
pristiwa tersebut lahirlah NKRI yang menjadikan kita sebagai bangsa yang
besar.
“Sebagai
bangsa yang besar bukanlah merupakan hal yang mudah untuk mempertahankan
keempat pilar kebangsaan tersebut. Mengingat negara kita terdiri dari berbagai
macam ras, suku, adat sitiadat, agama dan budaya. Untuk itu kita sebagai warga
negara harus memaknai keempat pilar kebangsaan tersebut dengan menjaga
persatuan dan kesatuan, sehingga kita dapat menempatkan diri secara
proporsional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khsusunya Di Kabupaten
Gorontalo yang kita banggakan bersama,”
ujar Rahmiyati.
Menurut
rahmi lagi , menghadapi era globalisasi tidak dapat dipungkiri bahwa dikemudian
hari akan ada oknum atau gerakan yang mencoba untuk mematahkan keempat pilar
kebangsaan tersebut. Inilah yang harus kita antisipasi bersama agar keempat
pilar kebangsaan tersebut tetap utuh, yakni pendekatan kultural dengan
memperkenalkan budaya dan kearifan lokal, pendekatan edukatif, pendekatan hukum
dan pendekatan struktural.
“Kepada
para peserta yang terdiri masyarakat,dan para abang- abng bentor se kabupaten
gorontalo agar nantinya dapat menerapkan
keempat pendekatan tersebut di tengah-tengah lingkungan masyarakat . Kepada
para generasi muda agar tidak terjebak dalam gerakan separatisme, tetap menjaga
keutuhan tanah air, memelihara persatuan dan kesatuan, “ Harap Rahmiyati..





Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum