Dalam rangka
memperingati hari ibu ke 86 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke 15, Ketua PKK
Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Yahya menggelar pertandingan Sepak Bola Bolo Bolo
yang dikuti TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Gorontalo, mengambil lokasi di
Lapangan Kantor Bupati Gorontalo.
Sepak bola bolo-bolo
ini cukup unik karena diikuti oleh peserta ibu-ibu yang mempunyai berat badan
diatas 80 kg. Sehingga saat pertandingan dilakukan para peserta yang mengikuti
pertandingan ini dari masing-masing Kecamatan benar-benar menghebohkan.
Kegiatan ini membawa warna dan suasana tersendiri. Itu terbukti dengan
banyaknya antusias warga yang datang untuk menyaksikan pertandingan lucu dan
unik tersebut. Sontak saja saat pertandingan berlangsung banyak kejadian lucu
terjadi diantaranya para ibu yang punya berat tubuh diatas 80 kg berlari sambil
menendang bola dan pula ada yang terjatuh karena bersenggolan hingga
mengakibatkan para penonton bersorak dan tertawa riang. Ketua Tim Penggerak PKK
Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam
rangka memeriahkan Hari Ibu ke-86 dan Hari Ulang Tahun DWP ke-15, serta
untuk menjalin silaturahmi antar Tim Penggerak PKK kecamatan Se Kabupaten
Gorontalo. Juga untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani bagi seluruh
anggota Tim Pengerak PKK Kecamatan.”Kegiatan yang digelar ini juga sasaran
utamanya untuk Menumbuhkan rasa percaya diri bagi kaum ibu dan perempuan dalam
beraktifitas dan berproduktifitas. Dan untuk menjalin silaturahmi antar semua
Tim Penggerak PKK yang ada di Kecamatan.”Terang Rahmi. Dan lomba ini juga
merupakan bentuk Protes saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo
terhadap wacana yang mengatakan kalau perempuan yang berkarir di lingkungan
Pemerintahan dan swasta akan dikurangi jam kerja nya sebanyak dua jam. Saya
sangat merasa prihatin
dengan wacana ini, Hal ini menurut saya merupakan wacana yang diskriminatif
terhadap kaum perempuan yang mau berkarir. Disisi lain kita memiliki undang-undang
yang mencantum harus adanya keterwakilan tiga puluh persen perempuan dalam
parlemen.”Tegas Rahmi




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum