Ketua PKK Kabupaten Gorontalo yang juga selaku anggota DPD RI, Rahmijati Jahja tampil
kritis pada pelaksanaan orientasi Lemhanas Republik Indonesia yang pada hari ketiga
pelaksanaannya membahas Materi tentang implementasi wawasan kebangsaan dalam
meningkatkan ketahanan nasional di bidang pangan yang disampaikan oleh Prof Dr
Bustanul Arifin.
Rahmi yang duduk di Komite II
ini, pada kesempatan itu menyoroti tentang determinan utama ketahanan pangan
nasional, karena mengingat kita
dihadapkan pada anomali cuaca. Senator yang sangat vokal memperjuangkan kepentingan
rakyat disenayan ini, juga mengungkapkan dilema bagi bangsa indonesia saat ini dimana
banyak petani menikmati harga dasar pangan yang adil tapi sayangnya harga adil
bagi petani identik dengan naiknya harga kebutuhan pupuk dan kebutuhan
pertanian lainnya kemudian tak lupa pula Rahmi mempertanyakan tentang definisi
ketahanan pangan sesuai dengan UU No 7 tahun 1996 yang ditindaklanjuti dengan
Peraturan Pemerintah No 68 tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan.
Menurut Rahmi sebagai sebuah
negara agraris sangat ironis dengan kenyataan saat ini indonesia sering
mengalami krisis pangan. Ia mengatakan harus ada solusi konkrit, cepat dan
tepat dalam mengatasi permasalahan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan
nasional yang merupakan cita-cita rakyat indonesia, khususnya para petani
sesuai dengan amanat konstitusi. Tegas Rahmi.





Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum