Dari hasil penelitian terhadap karier dan kepemimpinan perempuan menunjukkan Bahwa 63% mereka karirnya tidak bisa melaju pesat dan sebanyak 55% merasa karier sulit berkembang setelah berkeluarga. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Jahja dalam kapasitasnya selaku ketua PGRI saat memberikan materi tentang wanita karir pada seminar guru beberapa pekan lalu.
Dijelaskan Konflik dalam keluarga tak jarang menimbulkan dilema, akibatnya karier kehilangan esensinya dan hanya menjadi rutinitas berangkat kekantor atau sebagai guru atau sebagai anggota pengurus organisasi hanyalah menjadi rutinitas. “Berangkat dan kembali kerumah dengan tidak memperoleh Nilai plus baik dalam ketahanan keluarga maupun lingkungan dan organisai” Tukas Rahmi
Tak hanya konflik dalam rumah tangga, konflik dalam organisasi, kantor kerap menimbulkan problem.
Agar perjalanan karier baik sebagai tenaga pendidik, pengurus dan anggota organisasi juga sebagai ibu rumah tangga bisa menjadi investasi berharga , kepuasan kerja tercapai, hingga terjadi pengembangan karier sesuai harapan.”Jawabannya antara lain adalah hari ini. .... diharapkan hari ini dapat menemukan nilai nilai yang penting karena suksesnya seseorang dalam tugas sebagai ibu rumah tangga, wanita Karier, tidak dapat semata mata di ukur dari pencapaian tingginya Jabatan manajerial, tetapi didalamnya banyak terdapat aspek aspek prestasi kerja Kepuasan kerja”tukas Rahmi
Rahmi diakhir pemaparannya menyimpulakan bahwa perubahan bisa berawal dari diri sendiri , membuka kesadaran diri, menerapkan nilai nilai praktis dalam berexplorasi yang lebih Jauh dan termotivasi untuk melakukan perubahan positif dari apa yang ada sebelumnya.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum