Pendidikan ahlak kebangsaan menjadi aspirasi yang
paling mengemuka di masyarakat, bahkan secara terang meminta agar diaktifkan
kembali penataran P4 kepada siswa yang
pernah diberlakukan pada masa orde baru. Hal tersebut diuraikan oleh
Anggota DPD RI Rahmiyati Jahja usai melakukan sosialialisasi MPR di Kecamatan
Limboto yang dilanjutkan dengan peninjauan distribusi minyak tanah. Senin 06/08
Rahmi mengutip argument yang diaspirasikan dimana suasana
saat tidak lagi ada etika
bernegara dan berbangsa banyak
terjadi tindak anarkisme ini disebakan oleh karena diberikan kebebasan sangat berlebihan, selain itu pula bangsa saat ini krisis
akan keteladanan, sehingga mereka mengharapkan dikembalikan sistim
penataran untuk membina anak bangsa agar sadar akan pentingnya kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Sehingganya sebagai mediator, Rahmi memberikan
kesimpulan bahwa aspirasi yang akan disampaikan kepada siding dewan, dan untuk menghidari dugaan akan adanya warisan orde baru, maka Rahmi
menyrankan untuk tidak menggunakan
istilah penataran P4 tetapi penataran kebangsaan”Jika
hal itu baik maka perlu di lakukan kembali tetapi dalam penampilan yang berbeda
bahakan lebih baik”Tukas Rahmi




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum