Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Jahja juga sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Gorontalo saat ini tengah mengajukan standar harga kerawang kepada pemerintah daerah, hal ini terungkap saat dikonfirmasi via telpon Senin 27/05 Kemarin.
Rahmi mengatakan para pengrajin kerawang mengatakan bahwa ciri khas daerah Gorontalo adalah kerawang tapi sayang sebagian besar pengrajin belum bisa menikmati hasil dari kerajinannya” permainan harga ditingkat pengrajin menjadi keluhan dibeli dengan harga yang murah kemudian dijual dengan harga yang lebih tinggi namun mereka juga mengaku meski demikian tetap menerima order dengan alasan memenuhi kebutuhan keluarga yang mendesak dan tidak tidak ada pilihan lain”Tukas Rahmi
Mengenai harga sendiri Rahmi melibatkan kelompok pengrajin untuk menentukan harga tertinggi dan harga terendah yang selanjutnya diajukan ketingkat Kabupaten, sehingga kedepan setiap konsumen yang membutuhkan tenaga pengrajin sudah ada standar yang menjadi rujukan bersama”Semuanya berpulang kepada komitmen pengrajin sendiri apakah mau menrepkan harga standar atau tidak “Tukas Rahmi 
SELESAIKAN TANGGUNGJAWAB
UMROHKAN PKK

SERAHKAN MOBIL PGRI
28 Mei, 2012
RAHMI AJUKAN STANDAR HARGA PENGRAJIN KERAWANG
Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Jahja juga sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Gorontalo saat ini tengah mengajukan standar harga kerawang kepada pemerintah daerah, hal ini terungkap saat dikonfirmasi via telpon Senin 27/05 Kemarin.
Rahmi mengatakan para pengrajin kerawang mengatakan bahwa ciri khas daerah Gorontalo adalah kerawang tapi sayang sebagian besar pengrajin belum bisa menikmati hasil dari kerajinannya” permainan harga ditingkat pengrajin menjadi keluhan dibeli dengan harga yang murah kemudian dijual dengan harga yang lebih tinggi namun mereka juga mengaku meski demikian tetap menerima order dengan alasan memenuhi kebutuhan keluarga yang mendesak dan tidak tidak ada pilihan lain”Tukas Rahmi
Mengenai harga sendiri Rahmi melibatkan kelompok pengrajin untuk menentukan harga tertinggi dan harga terendah yang selanjutnya diajukan ketingkat Kabupaten, sehingga kedepan setiap konsumen yang membutuhkan tenaga pengrajin sudah ada standar yang menjadi rujukan bersama”Semuanya berpulang kepada komitmen pengrajin sendiri apakah mau menrepkan harga standar atau tidak “Tukas Rahmi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum