

Tangis haru mewarnai bedah rumah yang di gelar oleh DPD kerjasama dengan pemerintah daerah, PKK dan Dharma wanita Kabupaten Gorontalo di desa Motinelo Kecamatan Tabongo. Sasaran bedah rumah tersebut adalah pasutri Ismail Ibrahim dan Fatma Hasim. Dirumah rumah mungil yang berukuran 3X4 m dan nyaris roboh itu, mereka tinggal bersama tiga orang anaknya tanpa ranjang dan perabot apa pun dalam rumah. Selasa 19/04
Bedah rumah dilakukan hanya dalam kurun waktu 3 jam dengan proses sebagaimana bedah rumah yag dilakukan sebelumnya. Rumah dirobohkan oleh Anggota DPD Rahmiyati Jahja disaksikan oleh pemilik, dan selama proses pembangunan kembali keluarga bersama anak-anak di ajak berjalan mengelilingi Kota Gorontalo, berbelanja di supermarket, makan direstoran dan setelah waktu yang ditentukan meraka kembali untuk melihat rumah yang baru.
Rahmiyati saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa bedah rumah tersebut adalah yang ketiga kalinya setelah Kecamatan Asparaga, Batudaa dan Tabongo. Bedah rumah merupakan program pemerintah daerah, PKK dan Dharma Wanita Kabupaten Gorontalo sehingga sebagai Anggota DPD Rahmi dalam masa reses turut membuat program bedah rumah tersebut dengan memberikan bantuan sejumlah dana pemberdayaan dalam bentuk modal usaha yang juga diserahkan langsung pada pemilik rumah tersebut.” Karena program Pelaksanaan Bedah rumah bertepatan dengan masa reses maka saya turut memberikan bantuan dana pemberdayaan supaya setelah memiliki rumah mereka bisa makan dengan modal usaha yang diberikan. Jadi Bedah rumah yang di gelar oleh pemerintah daerah ini bukan karena ada unsur politiknya tetapi hal ini sudah dilakukan sejak lama dimana ini adalah kali yang ketiga setelah program mahyani tahun sebelumnya”Jelas Rahmi




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum