

Dalam pengingatan hari kartini ke 132 tahun 2011 Nasib enaga kerja wanita (TKW) menjadi obyek renungan dari ketua PKK Kabupaten Gorontalo. Menurutnya mejadi TKW memang merupakan dambaan setiap wanita dengan iming gaji yang besar, namun semua harapan yang ada tidak sesuai dengan kenyataan saat bekerja di luar negeri, ternyata secara umum kendala utamanya adalah masalah profesionalitas kerja atau dikenal dengan skill. Semestinya kejadian itu jangan terjadi sehingga banyak para wanita menjadi korban kekerasan dan pelecehan. Ini diungkapkan oleh Ketua PKK Rahmiyati Jahja juga dalam kapasitas selaku anggota DPD RI saat memberikan sambutan peringatan Hari Kartini ke 132 tingkat Kabupaten Gorontalo bertempat di Gedung Kasmat Lahay Limboto. Kamis 21/04
Rahmi menceritakan pengalamannya bertemu dengan sejumlah TKW di saat melakukan kunjungan ke beberapa negera diantaranya Saudi Arabia dan Abu Dhabi. Menurutnya alasan ekonomi mendorong untuk menjadi TKW sehingga berangkat penuh harapan demi untuk meningkatkan ekonomi keluarga namun saat bekerja memperoleh perlakukan yang tidak manusiawi sehingga mereka mengungkapakan pengeluhannya bahwa wanita Indonesia hingga saat ini belum merdeka”TKW curhat kesaya dan mengatakan bahwa Indonesia boleh merdeka, punya lembaga pemberdayaan permpuan tetapi sesungguhnya perempuan Indonesia belum merdeka”Jelas Rahmi
Sebagai solusinya Rahmi dalam sambutannya mengatakan bahwa fakta yang ada merupakan sebuah tantangan sehingga yang perlu dilakukan adalah bagaimana merubah mind set atau pemahaman perempuan untuk tidak menjadikan TKW pilihan utama dalam memenuhi ekonomi keluarga dan mengembangkan kreatifitas diri untuk maju dan mandiri”Sudah saatnya wanita Indonesia maju kreatif dan mandiri tanpa harus menggantungkan diri pada siapa pun agar tidak menjadi kaum yang termarginalkan”Jelas Rahmi
Perayaan diisi dengan atraksi kaum lansia dan pemilihan ratu lansia tahun 2011 yang disaksikan oleh jajaran pemerintah daerah dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gorontalo yang turut diliput oleh media masa nasional.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum