
Nasib penyelesaian pembangunan Sport Center Limboto memperoleh respon positif dari menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Malarangeng terbukti dengan rencana pengundang Bupati Gorontalo David Bobihoe untuk membahas masalah tersebut. Anggota DPD RI Rahmiyati Jahja mengatakan rencana pertemuan khusus tersebut berdasarkan Proposal pengajuan Daerah untuk penyelesaian Pembangunan Sport Centre telah diserahkan kepada Menpora pada saat Rapat dengar pendapat dengan menteri Senin 07/02 Kemarin.
Dari pengajuan proposal itu Menpora Andi Malarangeng menyatakan jika seluruh dana bantuan sudah di kucurkan, tetapi yang menjadi kendala adalah pemerintah daerah tidak memberikan kucuran dana sharing. Namun hal tersebut di klarifikasi oleh anggota DPD RI Rahmiyati Jahja dimana menurutnya fakta yang ada malah bertolak belakang dana bantuan yang di berikan pemerintah pusat belum sepenuhnya dicairkan sementara pemerintah daerah sudah menganggarkan dana sharing untuk pembangunan sebesar 3 miliar.”menidaklanjuti fakta yang ada Bapak Menpora berencana akan mengundang bupati Secara langsung untuk membicarakan masalah tersebut, bapak menteri meminta agar pemerintah daerah duduk bersama mambahas penyelesaian pembangunan sport center”Jelas Rahmi
Menpora Andi menggambarkan jika Sport Center sebaiknya di buat bukan hanya meberikan fasilitas lengkap olah raga tetapi juga harus dilengkapi dengan sanggar budaya serta fasilitas teknologi informasi di dalamnya
Menpora juga dalam kesempatan tersebut memberikan kesempatan kepada daerah untuk mengajukan proposal revitalisasi lapangan olah raga setiap kecamatan dengan tujuan untuk memasyarakatkan olah raga sejak usia dini kepada Anggota DPD Rahmiyati Jahja untuk.
Selain membahas Sport Center Rahmi juga mengusulkan agar segera diterbitan SK penetapan Bumi Perkemahan Bongohulawa sebagai bumi perkemahan nasional, mengingat dilokasi tersebut menjadi pusat kegiatan baik lokal nasional bahkan internasional”Kami mengusulkan agar Buper Bongohulawa diterbitkan SK Buper Nasional. Lokasi itu beberapa pekan kedepan akan digelar agenda internasional yang akan di hadiri oleh 32 Negara, juga pada bulan september menjadi lokasi jambore nasional itu pun sudah di tinjau oleh Ketua PMI Jusuf Kalla, jadi sudah layak untuk diterbitkan sk”Jelas Rahmi




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum