Meskipun belum terjadi tetapi penanganan benca alam harus memang dipersiapkan terlebih dahulu,. Sebab bencana bukan sebuah rencana, tetapi jika terjadi membutuhkan penaganan serba cepat agar tidak menimbulkan masalah baru. Bencana tidak mengenal kompromi baik kerugian secara material bahkan nyawa sekalipun maka sebuah hal yang sangat disayangkan jika korban bencana tidak langsung tertolong hanya karena persoalan dana. Menerima aspirasi tersebut Rahmiyati Jahja dalam kapasitasnya selaku anggota DPD RI Provinsi Gorontalo secara langsung mengadukan hal tersebut kepada kementrian yang menangani bencana alam pertemuan khusus Komite III DPD RI khususnya kepada Kepala Badan Penanggulangan Nasional Bencana Tifatul Hadi di Gedung Nusantara DPD RI. Senin 06/12
“Dana Bencana alam sebaiknya di kucurkan sebelum bencana terjadi, supaya para korban segera memperoleh bantuan bukan sebaliknya, supaya tidak menimbulkan masalah baru”Jelas Rahmi
Rahmi mengungkapkan bahwa Provinsi Gorontalo adalah provinsi yang rawan bencana khususnya banjir, sehingga sebagai wakil rakyat ia bekewajiban untuk menyuarakan aspirasi rakyat tersebut agar memperoleh perhatian dari pemerintah pusat, apalagi menurutnya bahwa persoalan dana bencana merupakan masalah nasional. Sehingga aspirasi dari Gorontalo mewakili aspirasi dari seluruh provinisi setanah air.”Seperti saat ini kami baru saja menerima dari konstituen terjadi banjir bandang di salah satu wilayah Provinsi Gorontalo, kami melalui staff daerah meninjau langsung lokasi dan ternyata belum memperoleh sentuhan pemerintah karena persoalan ketiadaan dana, sebagai efeknya warga mempertanyakan keberadaan kami selaku wakil daerah, sehingga atas nama rakyat kami mengajukan agar masalah dana bencana perlu perhatian khusus, karena ini juga adalah masalah nasional”Jelas Rahmi

SELESAIKAN TANGGUNGJAWAB
UMROHKAN PKK

SERAHKAN MOBIL PGRI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum