

Sebagai ketua forum PAUD Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Jahja juga sebagai anggota DPD RI turut memperjuangkan nasib dari Pendidik PAUD. Menurutnya pendidik PAUD saat ini masih belum tersentuh sepenuhnya dari pemerintah pusat secara nasional dan hanya bergantung pada kebijakan pemerintah daerah.
Bukti konkritnya pemberian kesejahteraan bagi pendidik yang non PNS ini hanya diakomodir oleh pemerintah daerah, sehingga tergantung pada kembampuan daerah. Permasalahan lainnya pendidik PAUD rata-rata hanya lulusan SLTA sehigga harapan untuk menjadikan generasi cerdas masih sulit untuk dicapai perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan meraka melalui jenjang pendidikan dan pelatihan serta aspirasi yang paling banyak disuarakan adalah perjuangan agar terakomodir dalam pengangkatan calon pegawai negeri sipil.
Dari Senayan Minggu 21/11 Kemarin melalui HP Rahmiyati menguraikan hal tersebut, dimana menurutnya aspirasi pendidik PAUD itu termasuk dalam daftar aspirasi yang akan dibacakan di hadapan majelis DPD RI hari ini.”Nasib pendidik PAUD masuk dalam aspirasi Komite III hasil Reses Gorontalo yang akan Saya bacakan bersama aspirasi dari Komite lainnya pada rapat paripurna DPD RI Senin esok” Jelas Rahmi.
Meskipun tidak segera memperoleh tanggapan langsung dari pemerintah karena keterbatasan kewenangan, tetapi Rahmi bertekad untuk mengawal aspirasi tersebut agar memperoleh perhatian dari pemerintah sebab hal tersebut menurut Rahmi sebuah beban moral dimana sebagai person yang memiliki andil ditingkat pusat semestinya dapat memberikan kontribusi secara nasional kepada pendidik PAUD apalagi sebagai sebagai ketua forum PAUD yang menaungi pendidik dan Anak PAUD dengan jumlah terbesar di provinsi Gorontalo “jika aspirasi tidak terakomodir setidaknya Pendidik yang terpenuhi setidaknya Pendidik PAUD bisa ikut pengangakatan CPNS”Jelas Rahmi




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum