Masih ingat seorang bayi yang memiliki kelainan anus yang ditemukan di Dusun Ampel Desa Lamahu Kecamatan Boliyohuto?. Nasib bayi yang baru berumur 2 bulan itu oleh ketua TP. PKK Kabupaten Gorontalo terus diperjuangkan agar dapat hidup selayaknya manusia normal. Husain Suleman nama lengkap bayi dari pasangan muda Abdulah Suleman (22) dan Amaria Adam(18) itu lahir dengan tidak memiliki kelainan anus dimana posisi anus bukan pada tempatnya tetapi terletak tepat di bawah pelir kemaluan bayi. Temuan ini merupakan hasil identifikasi Kepala BKD& diklat Kabupaten Gorontalo Roswati Lasimpala, MH selaku pembina desa setempat .
Senin, 07/05 setelah melalui konsultasi rumah sakit, Rahmi memutuskan untuk membawa bayi itu ke dokter spesialis bedah Dr. Tawil Bone Putera di tempat praktek secara langsung di Kota Gorontalo bersama orang tua bayi. Dari hasil konfirmasi dokter dikatakan bahwa bayi memang memiliki cacat, namun kecatatan tersebut tidak membuat bayi menderita, apalagi tidak tidak terdapat unsur darurat sehingga tidak harus menjalani operasi.”Kondisi bayi sehat, tidak menderita, sehingga tidak menjadi keharusan untuk segera operasi, yang harus segera dioperasi adalah bayi yang lahir tanpa anus, itu pun harus dilakukan oleh ahli bedah bayi”Jelas Dokter.
Jika suatu saat terjadi kesulitan untuk buang air besar, maka disarankan untuk di bawa kerumah sakit untuk ditangani melalui terpai khusus tanpa harus melakukan operasi, kecuali jika bayi telah dewasa karena berpengaruh pada faktor makanan.
Penanganan secara medis pula di tawarkan, jika seadainya pihak keluarga tetap menginginkan operasi, diberikan solusi untuk menghubungi langsung dokter bedah khusus anak,”Jika tetap di inginkan operasi, harus ditangani oleh ahli bedah bayi, caranya selain dikunjungi langsung bisa juga di datangkan, namun kalau kondisi sekarang tidak darurat”Jelas Dokter.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum