Karena merasa tidak mampu melunasi komite Halima Beu warga Dusun Balanta Desa Datahu Kecamatan Tibawa orang tua dari Djufri Dunggio sisiwa dari SMU I Tibawa mengadu secara langsung ke Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja, S.Pd. Sabtu 29/05
Halima mengungkapkan ketidakmampuannya untuk melunasi komite yang ditunjukan dengan surat permintaan pelunasan komite sebesar 340 riu rupiah dari pihak sekolah sekaligus dengan kartu siswa anaknya.”Kami tidak punya biaya untuk melunasi komite, saya sudah minta anak saya berenti sekolah tetapi dia tetap ingin sekolah, sehingga akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada ibu Rahmi” Jelas Halima
Aspirasi itu kemudian oleh Rahmi ditindaklanjuti melalui PKK dengan menghubungi pihak sekolah dan melihat secara langsung kondisi keluarga siswa, sehingga pada Senin 31/05 kemarin PKK didampingi pihak sekolah mengunjungi warga tersebut.
Kondisi keluarga Halima cukup memprihatinkan, ia mengais rezeki dari hasil mencuci pakaian warga sementara suaminya Cun Dunggio hanya sebagai petani penggarap yang tinggal di rumah mungil ukuran 4 X 4 Meter. Djufri siswa SMU itu merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara yang semuanya putus sekolah karena tidak memiliki biaya sekolah.
Sementara itu Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan Ambo Masipade dalam penjelasannya mengatakan bahwa tagihan komite yang diperlihatkan kepada ketua PKK adalah tagihan periode Januari dimana saat ini sesuai kebijakan sekolah terdapat beberapa siswa yang dibebaskan dari komite kerana alasan ekonomi”memang Adik Jufri tidak membayar komite sekolah karena dia termasuk siswa penerima bantuan khsusus murid(BKM) dari Provinsi, tapi tahun 2010 ini bantuan itu telah ditiadakan untuk SMU Tibawa, sehingga tagihan komite telah dialihkan kepada orang tua siswa, tapi sudah ada kebijakan sekolah khusus untuk anak miskin”tukas Ambo




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum