Guru TK adalah pekerjaan yang butuh komitmen dan tanggungjawab yaitu sebagai peletak dasar ibarat sebuah pondasi kuat dan runtuhnya tergantung pada guru saat ini, sehingga profesionalitas guru sangat dibutuhkan dan tentunya pula harus didukung pola asuh yang tepat dari orang tua. Hal itu terungkap dalam sambutan Pembina IGTKI Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja, S.Pd dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua DWP NurhayatiAdam dalam rangka HUT IGTK ke 60 bertempat di Aula Menara Keagungan Limboto yang dihadiri oleh pengurus tingkat kabupaten dan provinsi dan seluruh guru TK se-Kabupaten Gorontalo. Sabtu 22/05
Di uraikan bahwa Guru bagi anak adalah segalanya, sebagai orang tua di sekolah, sebagai teman, sebagai model, ataupun contoh dalam berbagai hal demikian pula seorang anak dimata guru adalah unik memiliki kepribadian yang khas dan tidak ada yang sama watak, walaupun anak kembar sekalipun sehingganya untuk menyikapi hal itu pentingnya kehadiran guru yang professional yang dapat menggali, mengembangkan bakat dan multi intelegensi. potensi anak yang beraneka ragam itu sangat diperlukan dan tentunya juga diimbangi dengan pola asuh yang tepat dari orang tua.
Sehingganya dengan usia 60 tahun menandakan bahwa IGTK-PGRI sudah cukup dewasa dalam bertindak berbuat apaun dalam menjalankan organisasi, sehingga pembinaan organisasi harus terus diupayakan dan ditingkatkatkan melalui berbagai workshop, seminar, diklat dan juga melalui lomba seperti yang dilaksanakan pada HUT ke 60 bukan saja menitik beratkan pada kreatifitas anak, tetapi kreatifitas guru untuk meningkatkan SDM guru TK yang berkualitas. ”Anak kita memiliki sejuta kemungkinan bahwa mungkin saja mereka kelak menjadi Presiden RI dari Gorontalo dan ilmuan peraih nobel kelas dunia”Jelas Rahmi
Sementara itu Since Banteng dalam sambutannya mewakili Ketua IGTKI-PGRI mengharapkan agar organisasi yang terintegrasi dengan PGRI ini tidak kalah berasaing dengan organisasi lainnya yang bermunculan seperti Forum PAUD, Himpaudi, Froum komunikasi TPA/KB yang sama-sama memperjuangkan dan memikirkan kepentingan terbaik untuk anak yang tentunya diharapkan adalah persaingan sehat, sehingga lebih nampak kerjasamanya dari pada persaingan.
Terungkap pula dalam rangkaian peringatan HUT itu panitia menggelar macam lomba khsusus bagi anak PAUD meliputi lomba mewarnai gambar, dan lomba melukis yang diikuti oleh 85 anak dari 17 Kecamatan se-Kabupaten Gorontalo, serta lomba khusus pendidik PAUD berupa lomba kratifitas menciptakan alat permainan edukatif (APE) yang dapat dimainkan oleh anak.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum