Ketua TP. PKK Kabupaten Gorontalo Rahmiyati Jahja sejak tiba di Bandara Djalaludin Gorontalo Selasa 16/03 Kemarin langsung menuju kerumah sakit khusus anak-anak MM. Dunda Limboto. Tujuannya adalah melihat secara langsung kondisi bayi prematur yang dilaporkan warga yang hingga saat ini menjadi tanggungannya dirawat secara intensi dalam inkubator. “Saya dari bandara langsung rumah sakit melihat bayi prematur yang dilaporkah warga” Jelas Rahmi.
Bayi yang belum diberi itu adalah anak dari pasutri Tahir Mohuji petani penggarap dan Mastin Bantu warga miskin dari Desa Bumela Kecamatan Boliyohuto yang dilarikan kerumah sakit atas inisiatif Rahmiyati Jahja dua pekan lalu karena lahir prematur dengan berat badan 1250 gram dalam dalam kondisi kritis di puskesmas Boliyohuto. Meraka mengaku tidak mampu membiayai proses perawatan di rumah sakit, sementara meraka tidak pula memiliki kartu jamkesmas ataupun sejenisnya.
Rahmi mengaku terharu dengan kondisi bayi mungil didalam tabung kaca. Momen itu menurutnya mengingatkan pengalaman baik dan buruk. Anak asuhnya kembar tiga Puteri Fitri dan David sekarang tumbuh dengan cerianya berusia 2 tahun juga hidup ditabung kaca selama sebulan lebih, namun kondisi terburuk terjadi ketika penanganan bayi prematur kembar asal desa Bumela terlambat sehingga jiwa bayi tidak tertolong. Laporannya sendiri tiba ke Rahmiyati setalah bayi sudah dalam keadaan kritis dan akhirnya meninggal. Fakta itu diungkap Rahmi dengan harapan agar kondisi yang sama tidak terulang lagi “Inkubator ini mengingatkan saya pada si kembar Fitri Putri juga pada bayi kembar pretur asal bumela yang meninggal karena telambat penanganan”Jelas Rahmi
Sementara itu dari catatan medis terungkap bahwa bayi yang semula lahir dengan berat berat 1250 gram itu saat ini telah mengalami peningakatan menjadi 1500 gram, dan akan diserahkan kembali jika beratnya sudah mencapai 1800 gram dan sudah mampu mengisap air ASI. Dari segi adminstrasi hingga Selasa 16/03 kemarin semua biaya penanganan medis mencapai angka tiga jutaan, namun menurut Rahmi hal tersebut bukan menjadi ukuran, yang diutamakan adalah bagaimana untuk menyelamatkan jiwa bayi”persoalan administrasi nanti saya tuntaskan yang terpenting adalah menyelamatkan jiwa manusia, teruskan”tukas Rahmi sambil tersenyum




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum