
Sungguh memililukan nasib Danau Limboto, dan lebih memilukan lagi nasib dari masyarakat miskin pesisir yang mengantungkan hidupnya dari hasil danau sebagai nelayan air tawar. Danau semakin dangkal ikan sulit dicari, jika harga ikan dinaikan pelanggan enggan membeli, sehingga dari pada ikan membusuk lebih baik dijual murah, jika demikian adanya kemana lagi harus menyambung hidup jika kondisi danau tidak lagi menjanjikan beralih profesi sangat sulit selain karena tidak memiliki keterampilan lain, danau sudah menjadi sumber kehidupan turun temurun.
Keluhan ini sampaikan oleh penjual ikan air tawar yang temui oleh Ketua TP. PKK Rahmijati Jahja di kompleks pasar tradisional Dehualolo Kelurahan Hutuo Kecamatan Limboto.
Dalam tanggapannya Rahmi mengatakan bahwa dengan fakta yang ada sebagai nelayan sebaiknya jangan tangisi nasib, tetapi teruslah berusaha untuk mencari jalan keluar dari kesulitan ekonomi keluarga. Kita sendiri yang dapat mengubah nasib, jika memang peghasilan di danau tidak menjanjikan lagi, maka jangan menjadikan danau sebagai satu-satunya sumber pencaharian keluarga. Berusahalah dengan pekerjaan alternatif lainnya.
Rahmi pula mengungkapkan bahwa dalam agenda reses selaku anggota DPD-RI merupakan tanggungjawabnya untuk menyampaikan aspirasi tersebut baik kepada pemerintah daerah dan akan diteruskan ketingkat pusat, meskipun diakuinya kewenangan anggota DPD-RI hanya bisa mengusulkan dan tidak memiliki wewengan dalam menetapkan. Dialog yang dilakukan dengan turun lapangan wawancara langsung dengan masyarakat itu diakhiri dengan memboyong seluruh jualan ikan air tawar miliki nelayan dengan harga lebih.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum