Langkahnya semakin cepat ketika mobil yang ditumpangi oleh Rahmijati Jahja berhenti tepat di belakangnya. Seorang wanita paruh baya bermadikan peluh dengan tegar mengondol seikat kayu bakar di kepalanya. Erna Dani Warga Desa Iluta Kecamatan Batudaa itu bertemu dengan Rahmijati ketika sedang membopong kayu bakar saat kunjungan lapangan menjaring aspirasi masyarakat pelosok desa. Rabu 23/12
Dengan wajah penuh prihatin Rahmijati berdialog secara langsung mengapa seorang wanita yang mau melakukan profesi yang sebgaian besar dilakukan oleh kaum pria. Erna mengaku bahwa berjualan kayu bakar dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya
“Saya jual kayu bakar untuk membayar uang komite sekolah anak saya sebesar 900 ribu rupiah” Jelas Erna
Anak sulungnya Rahman Adam saat ini tengah duduk dibangku kelas satu di salah satu sekolah di Kabupaten Gorontalo hingga saat ini belum melunasi komite yang disebut sebagai syarat mengikuti ujian, sementara dari lima bersaudara satu diataranya putus sekolah dibangku SD yang saat ini sudah usia remaja
Penghasilan yang diperolehnya pun sangat minim, dimana dari seikat kayu bakar dinilai dengan harga 7.500 rupiah. Dalam sehari Erni hanya mampu mengumpulkan tiga ikat kayu bakar total penghasilannya rata-rata 22.500 sehari.
Karena jaraknya jauh dari kampung, sehari saya hanya bisa mengangkut 3 ikat kayu bakar yang dibeli 7.500 perikat”Tambah Erni
Sebagai rasa prihatinnya Rahmijati menyerahkan sejumlah uang untuk kebutuhan keluarga serta melunasi uang komite yang diterima oleh Erni dengan mata berkaca-kaca.
“Saya terharu dengan usaha yang dilakukan oleh ibu Erni, bukti ketulusan seorang ibu untuk membekali anaknya dengan pengetahuan walau harus berjuang dengan sisa kemapuan yang dimiliki, dimomen hari ibu yang baru saja diperingati semoga menajdi momen terindah bagi kaum ibu”Ungkap Rahmi .
Pada kunjungan lapangan itu Rahmijati mengelilingi warga miskin yang ada di kecamatan Tabongo, Batudaa, Tilango, Talaga Jaya dan berakhir di Telaga Biru melintasi jalan pelosok yang jarang dijamah oleh kunjungan pemerintah deerah.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum