
Penghargaan yang diterima semuanya berkat kerja keras semua komponen, pemerintah, tenaga kesehatan serta dukungan penuh dari masyarakat, padahal apa yang telah dilakukan bukan didasari atas keinginan untuk memperoleh penghargaan, tetapi merupakan komitmen bersama atara pemerintah dan masyarakat. Namun yang harus kita pahami bahwa untuk meraih suatu penghargaan lebih mudah jika dibandingkan dengan usaha untuk mepertahankan, sehingga dengan prestasi ini kedepan diharapkan bisa menjadi motivasi untuk lebih proaktif lagi kedepan.
Ini di uraikan oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja saat menyambut dua penghargaan dibidang kesehatan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala dari menteri kesehatan yang masing-masing diperolehnya dalam kapasitas selaku Ketua TP. PKK dan penghargaan bagi Pemerintah Daerah bertempat di halaman rumah dinas bupati. Sabtu 13/11
Rahmijati mengaku diwawancarai sehubungan dengan kiprahnya dibidang kesehatan selaku ketua TP. PKK Kabupaten Gorontalo telah rela mengeluarkan anggaran yang besar, padahal sumber danya bukan dari dari APBD. Rahmijati mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan bukan untuk untuk memperoleh penghargaan, tetapi lebih awal diniatkan tulus untuk membantu warga miskin yang sangat mengharapkan perhatian khususnya dalam pelayanan dan fasilitas kesehatan”Apa kita tega melihat saudara kita yang sakit tanpa ada biaya berobat, warga yang sulit memperoleh air bersih, serta buang hajat ditempat tidak menentu. Apa yang dilakukan oleh PKK dianiatkan tulus untuk dasawisma dan juga selaku pendamping suami yang harus mampu menjadi mitra terbaik dalam berbagai program” Jelas Rahmi
Menurut Rahmi dari sekian kriteria prestasi penerima penghargaan termasuk 6 ketua Tim penggerak PKK daerah sebenarnya semua telah dilakukan di Kabupaten Gorontalo, seperti prestasi dalam bidang sosialisasi Gerakan Sayang Ibu (GSI), mempelopori juru pembasmi jentik (Jumantik).”Meskipun PKK Kabupaten unggul dalam program kesehatan berbasis dasawsima tapi kriteria prestasi dalam sosialisasi GSI, Jumantik, di Kabupaten sudah aktif sekilan lama”Jelas Rahmi
Rahmijati pula dalam penjelasannya menjelaskan bahwa yang patut dibanggakan di Kabupaten Gorontalo adalah adanya pusat penanganan gizi buruk Theraphy Feeding Centre (TFC) yang ada di Kecamatan Telaga, dimana penanganan gizi buruk yang saat ini menjadi isu nasional sudah ada di Kabupaten Gorontalo dan tidak dimiliki oleh derah lain” Saya sudah mengunjungi salah satu daerah di Kalimantan yang terkenal dengan jumlah APBD-nya mencapai triliun rupiah, dengan rumah sakit yang megah tetapi tidak memiliki pusat penanganan gizi buruk, padahal gizi buruk adalah maslah nasional”Jelas Rahmi




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum