Maksud Ketua Dekranasda Kabupaten Rahmijati Jahja untuk memasyarakatkan dan mengembangkan pakaian kerawang melalui pembuatan pakaian kerawang siap pakai ternyata bukan hanya isapan jempol. Hal ini dibuktikan dengan diciptakannya sejumlah pakaian kerawang jadi dari bahan sutera yang dipersiapkan untuk mengisi sentra kriya Rumah pintar dan Kampung Karawo binaan PKK Kabupaten Gorontalo.
Dalam penjelasannya kepada Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Sul Moito, S.Ag dikediamannya 1903 Kemarin Rahmijati mengatakan bahwa faktor yang turut mempengaruhi minat konsumen untuk menggunakan kerawang terbentur pada belum tersedianya pakaian kerawang yang siap pakai dengan berbagai pilihan, sebab dizaman serba instant masyarakat tidak ingin direpotkan apalagi dengan membeli kerawang masih dalam bentuk bahan apalagi bagi para wisatawan usah tersebut mutlak dilakukan. Sehingganya jika kerawang ini lebih dikembangkan dengan cirkhas tertentu seperti kombinasi batik kerawang, tentunya hal ini menjadi keunikan tersediri sehingga bisa menebus pasar .
Rahmijati pula mengungkapkan bahwa orientasi pengembangan kerawang bukan pada hasil produk , tetapi turut memikirkan bagaimana menyiapkan tenaga-tenaga muda professional dalam keterampilan kerawang yang dilakukannya dengan melatih 50 siswa melalui kerjasama anatar Dekranasda dan SRSI SMP Negeri I Limboto juga menjadikan kerwang sebagai bagian dari kurikulum muatan local.
Sementara itu Kepala Dinas Koperindag Sul Moito dalam penjelasannya mengatakan bahwa tuajuan koordinasi yang dilakukan dengan ketua Dekranasda Kabupaten Gorontalo tersebut dalam rangkaian persiapan kunjungan dari Sekjen Departemen Perdagangan RI Agus Cahjana yang diagendakan untuk meninjau hasil-hasil kerajinan yang ada diprovinsi Gorontalo dimana icon utamanya adalah kerajinan kerawang.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum