Turun kelapangan mengidentifikasi langsung kondisi dasawisma yang dilakukan oleh
PKK Kabupaten Gorontalo bukan bentuk seremonial tetapi memang menghasilkan berbagai temuan sebagaimana halnya kelompok wanita penambang pasir yang ditemukan oleh Ketua PKK Rahmijati Jahja pada pendataan dasawisma tepatnya di Dusun III Desa Luhu Kecamatan Telaga beberapa pekan lalu.
Dilokasi tersebut teridentifikasi sejumlah 36 ibu-ibu dasawisma yang mangais rejeki dari penghasilan mengangkut pasir,
Sarco Karim seorang ibu yang menggeluti pekerjaan itu saat ditemui ketua PKK Rahmijati mengaku bahwa dari perkerjaan tersebut mereka memperoleh penghasilan rata-rata 50 ribu perbulan, tetapi jika terdapat banyak permintaan pasir, mereka bisa meraup penghasilan hingga 160 perminggu, demikian pula jika tidak terdapat pemintaan maka meraka terpaksa tidak bekerja “penghasilan rata-rata 50 perbulan tapi kalau ada proyek torang bisa dapat 160 ribu perminggu, tapi kalau tidak ada yang permintaan terpaksa harus istirahat ” Jelas Sarco.
Dari penjelasan ibu anggota dasawisma 20 Desa Luhu tersebut terungkap pula bahwa mereka bekerja dalam terkoordinir dalam satu kelopok, dimana koordinator dilokasitersebut berperan untuk mencari pasaran dan membayar harga hasil tambang pasir “pasir dikumpulkan baru dijual kepada Pak Rasyidi Domili, dia yang cari kamari proyek” ungkap Sarco polos.
Melihat langsung kondisi tersebut Ketua PKK Rahmijati Jahja mengungkapkan keprihatinannya dimana profesi penambang pasir sebenarnya merupakan pekerjaan dari kaum pria, apalagi penghasilan yang meraka peroleh tidak seimbang dengan pekerjaan yang digeluti, Sehingganya Rahmi menyarankan agar selain bekerja sebagai penambang pasir ibu-ibu tetap berusaha membuat usaha sampingan untuk meningkatkan ekonomi keluarga, sebab menurutnya profesi sebagai penambang pasir sulit untuk dijadikan penopang ekonomi keluarga
Rahmijati dalam kesempatan tersebut mengaku salut dengan tekad dari ibu-ibu yang begitu gigihnya berjuang untuk hidup untuk memperoleh sesuap nasi, dan menyerahkan sejumlah bahan makanan pokok.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum