Selamat Datang di Blog Rahmiyati Center. | About Us | Contact | Register | Sign In

19 Februari, 2009

DI TIBAWA PKK TEMUKAN HYDROSEPHALUS BERSAUDARA




Penemuan anak penderita hydrosephalus seringkali dijumpai oleh PKK saat terjun kelapangan. Demikian halnya pada pendataan dasawisma di Kecamatan Tibawa PKK kembali menjumpai kasus yang sama. Tetapi yang yang berbeda dari temuan tersebut terdapat dua anak yang bersaudara menderita Hydrosephalus yang ironisnya adalah anak dari Kepala dusun diwilayah setempat. Kamis 29/02

Rekawaty Hulawa umur 9 tahun dan Rosmala Hulawa umur 7 tahun adalah anak pasutri Abubakar Hulawa dan Fatra Makmur tinggal di desa Dunggala dasawisma 29 teridentifikasi memang menderita penyakit kepala besar sejak lahir.
Fatra makmur mengatakan bahwa dari tiga anaknya yang semuanya adalah perempuan anak kedua dan ketiga yang menderita hydrosepalus, sementara anak pertamanya lahir secara normal. Menurut fatra semula ia tidak menyangka jika anaknya penderita hydrosephalus sebab saat lahir dengan ukuran kepala tidak terlalu besar, sehingga hanya dianggap pembengkakan saja dan hanya ditangani secara tradisional dan ironisnya kedua
unsur kesehatan dari puskesma Tibawa Fatma Hatla dalam penjelasannya mengatakan Hydrosephalus berbentuk cairan dalam otak yang setiap saat terus bertambah sehingga jika tidak dikeluarkan akan memberikan efek pada kepala yang semakin membesar.
Menyinggung mengenai hubungan orang tua terhadap penyakit anak tersebut Fatma menambahkan bahwa kemungkinan besar bahwa orang tua memiliki kelainan kognital penyakit bawaan, sehingga orang tua pun harus dilakukan pemeriksaan atas indikasi tersebut.
Selain temuan tersebut, Pendataan dasawisma yang dipimpin oleh Wakil Ketua I PKK Maryam Puhi didampingi oleh Wakil Ketua III Farida Bobihoe Rahmola bersama PKK Kecamatan, Dinas Kesehatan dan instansi Pembina desa behasil mengidentifikasi kasus lainnya meliputi ibu penderita kanker Rahim yang kambuh usai operasi, kanker rahim hypertiroid, anak gizi kurang dan rumah tidak layak huni, yang seluruhnya langsung memperoleh penanganan awal dari Puskesmas Tibawa.
Sebelumnya proses pendataan dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah 601 ketua dasawisma dari 15 desa se-Kecamatan Tibawa di kantor camat Tibawa melaporkan segala temuan didasawisma masing-masing dan kemudian dilakukan dengan identifikasi lapangan oleh PKK Kabupaten bersama PKK Kecamatan.

Share this article now on :

Posting Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))

Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum