Selamat Datang di Blog Rahmiyati Center. | About Us | Contact | Register | Sign In

05 Januari, 2009

WARGA MISKIN BUAT KRIPIK PISANG



Warga miskin yang terdiri dari 4 KK dan 21 jiwa yang tinggal serumah sebagai hasil temuan pada pendataan PKK di Kelurahan Kayubulan Kabupaten Gorontalo pekan lalu oleh ketua PKK Kabupaten Gorontalo setelah diberikan bantuan fasilitas perlengkapan keterampilan pembuatan kripik pisang, untuk pertama kalinya memproduksi kripik pisang diibawah binaan dari PKK Kabupaten Gorotnalo. Seluruh pengurus PKK yang berasal dari Pokja-pokja berbaur dengan warga miskin untuk bersama-sama membuat kripik pisang. Sesuai pantauan Koran ini ternyata bukan saja perlengkapan yang diberikan oleh PKK, tetapi juga dari modal awal seluruhnya ditanggung oleh PKK dibawah koordinir dari Sekertaris PKK Kabupaten Gorontalo Fatma Tuna.Selasa 06/01


Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja saat dikonfirmasi mengenai bantuan tersebut menyatakan bahwa warga miskin yang diberdayakan tersebut merupakan satu dari sekian temuan PKK dimana meraka telah melalui proses identifikasi yang dikunjunginya secara langsung. Khsusus bagi KK miskin 21 jiwa tersebut ungkap Rahmi adalah warga miskin tetangga, dimana mereka masih berdomisili di kelurahan kayubulan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Gorontalo.
Rahmi menguraikan bahwa untuk menindaklanjuti hasil temuan tersebut PKK tidak lagi memberikan bantuan dalam bentuk materi, tetapi lebih mengarah pada pemberdayaan keluarga dengan memberikan keterampilan membangun usaha ekonomi keluarga, sebab menurut Rahmi program tersebut merupakan program terigrasi dari seluruh Pokja PKK Kabupaten.
Mengenai program pemberdayaan ekonomi keluarga itu jelas Rahmi tidak hanya diserahkan begitu saja, tetapi secara terus menurus diawasi langsung oleh PKK melalui proses pembinaan, baik dari segi modal hingga jaminan hygienis produk benar-benar suatu saat akan mampu berusaha secara mandiri,.”Dan ini akan berlaku untuk 17 kecamatan se-Kabupaten Gorontalo “ Jelas Rahmi.
Menutup penjelasannya Rahmijati menyatakan tidak menaruh harapan banyak untuk program yang telah dirintisnya tersebut, sebab menurut yang penting bagi dirinya adalah bagaimana memberikan penghidupan bagi warga miskin meski hanya untuk memberikan sesuap nasi dalam kesehariaannya, sebab menurutnya tidaklah mungkin jika hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah daerah secara terus-menurus “Yang penting mereka beroleh sesuap nasi dalam sehari, itu cukup bagi saya”ungkap Rahmi dengan nada haru .



Share this article now on :

Posting Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))

Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum