
Pemberitaan yang menuntut janji PKK untuk PAUD di Batulayar sebelumnya memperoleh tanggapan serius dari Kepala Bidang PNF dan PAUD Kabupaten Gorontalo pasalnya sesuai peninjauan langsung dilapangan, ternyata informasi tersebut bertolak belakang dengan kondisi yang sebenarnya,
dimana dari para pendidik PAUD di Batulayar mengaku tidak pernah menerima janji dari PKK bahkan salah satu PAUD mengaku belum dikunjungi oleh PKK selain itu pula fakta yang ada seluruh PAUD tidak ada yang numpang di rumah penduduk tetapi tinggal dibangunan fasilitas umum dan pemerintah yang meliputi bangunan taman Pengajian (Diniyah) dan yang lainnya menempati gedung eks. Pertanian. Hal ini terungkap melalui penjelasan Kepala bidang PNF dan PAUD Gafra sidik saat ditemui usai mengunjungi Desa Batulayar Kecamatan Bongomeme. Sabtu 17/01 Kemarin.
Gafra menguraikan bahwa di Batulayar hanya terdapat 2 PAUD yaitu PAUD Al-Mawa dan PAUD Mutiara yang masing-masing memiliki 2 tenaga pendidik. PAUD Al-Mawa berdiri pada tahun 2007, sementara PAUD Mutiara berdiri sejak tahun 2003, sehingga yang terindikasi menuntut janji yang terinformasi tahun 2006 tersebut adalah PAUD Mutiara namun dari pengakuan dari seluruh pendidik tersebut masing-masing Fatma Hilala, Haslinda Bobihoe, Yusna Koni dan Meylinda Bobihoe tidak pernah ada janji tersebut” “Torang tidak pernah terima janji dari PKK, torang juga tidak pernah balapor pa wartawan” ungkap Mereka
Untuk lebih memberikan pemahaman yang jelas, Gafra menguraikan secara teknis jumlah dana bantuan yang sudah dan akan dialokasikan untuk PAUD yang ada di Batulayar begitu besar dimana kedua PAUD tersebut untuk tahun 2009 masing-masing memperoleh dana bantuan dari bank dunia sejumlah 90 juta yang akan diberikan secara bertahap, sehingga seluruh nilai total bantuan adalah 180 juta, dimana dana tersebut juga mencakup dana rehabilitasi gedung masing-masing 18 juta yang menurutnya khusus untuk PAUD Al-Mawa akan dialokasikan untuk pembangunan gedung baru diatas tanah hibah masyarakat, dan untuk PAUD mutiara dialokasikan untuk rehabilitasi karena telah memiliki bangunan sendiri. Selain pula Gafra menambahkan bahwa PAUD Mutiara juga sebelumnya telah menerima bantuan 25 Juta untuk reahabilitasi dari Dana APBD, Sehingga apa yang dihebuskan saat ini menurut Gafra merupakan ulah dari orang yang bertanggungjawab.
Sementara itu Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja yang juga dalam kapasitasnya sebagai Ketua Forum PAUD Kabupaten Gorontalo saat dikonfirmasi secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah berjanji dengan PAUD yang ada di Batulayar, dan informasi tersebut terkesan mengada-ada untuk menyudutkan para pendidik PAUD selaku bidanaanya sebagai Ketua Forum PAUD. ”Tidak mungkin meraka tidak melapor kepada saya jika terdapat persoalan dilapangan”Tukas Rahmi




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum