

RAHMI : TERPENCIL TAPI IDENTITAS PKK TETAP ADA
Limboto-Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Rahmijati Jahja didampingi oleh Wakil Ketua Maryam Puhi Rabu malam 15/10 kemarin bersilaturahim dengan warga masyarakat dusun Dengilo Desa Ulapato B di Kecamatan Telaga Biru dalam agenda menghadiri undangan Silaturahim yang digelar oleh Rema Muda Mesjid Jabal Nur setempat,
lokasi tersebut berjarak 10 Km dari pusat ibukota Telaga Biru dengan kondisi jalan berbukit ,tikungan tajam dan belum memiliki fasilitas penerangan. Lokasi itu pula dikenal sebagai lokasi rawan longsor yang dipagar oleh jurang yang terjal. namun perjalanan tidak tidak mengurungkan niat keduanya bersama-sama dengan masyarakat yang telah lama menantinya. Setibanya di lokasi Rahmijati di sambut dengan antusias oleh warga dengan menggandeng Ketua dan Wakil Ketua Rahmi-Maryam hingga ke tempat duduk yang disediakan warga.
Dalam sambutannya Rahmijati mengaku sempat khawatir disepanjang perjalanan tetapi yang menguatkan hatinya adalah masih adanya atribut PKK yang dipasang disepanjang jalan menuju lokasi “Sepanjang jalan sunyi, hanya di terangi oleh lampu tradisonal, tapi saya melihat masih ada spanduk yang bertuliskan atribut PKK hingga saja jadi berani” Jelas rahmi yang disambut dengan sorak tepuk tangan warga.
Sehubungan agenda silaturahim Rahmi dalam sambutannya mengulas tentang jiwa besar seorang pemimpin dari kalangan muslim untuk harus bisa mampu memaafkan kesalahan orang lain meski begitu fatal akibat dari perbuatnya bahkan mengancam nyawa sekalipun, sebab itu merupakan ketetapan Allah yang harus taati apa lagi sebagai . Kepada masyarakat Dengilo selaku penyelenggara Rahmijati menyerahkan sejumlah bantuan berupa dana yang diharapkan setidaknya dapat mengembalikan seluruh dana atas penyelenggaran tersebut “honor penceramah juga nanti saya yang bayar” untkap Rahmi tersenyum.
Sementara itu Bapak Ahmad Bakari selaku pembawa hikmah halal bihalal dalam ceramahnya mengulas tentang keajiban seorang muslim harus mampu meminta maaf dan memaafkan orang lain, sebab dengan cara itu akan menjadikan persaudaraan semakin erat dan jiwa menjadi tanang tenang.
Silaturahim ditutup dengan gelar kesenian oleh Rema Muda Al-Mubalighin dalam bentuk drama panggung yang mengangkat topic tentang tobatnya anak durhaka, dan diakhiri dengan jabatan tangan




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum