
Sosialisasi diversifikasi minyak goreng untuk menggunakan minyak goreng kampung yang terus digelar oleh PKK ternyata telah berpengaruh pada pasaran minyak goreng di pasar-pasar tradisonal, khususnya di shoping centre Limboto. Pasalnya hampir seluruh sudut pasar telah menjual jenis minyak goreng kampung. Hal ini diungkapkan oleh Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Rahmijati David Bobihoe usai berbelanja dipasar. Jumat pekan lalu.
Rahmi mengatakan bahwa berdasarkan penelusurannya pedagang memilih untuk menjual minyak goreng kampung karena harga mogor kampung ini harganya lebih terjangkau, serta memiliki citra rasa khas, serta pasokannya banyak yang sebagian besar berasal dari ibu-ibu dasawisma.”lima butir kelapa bisa menghasilkan sebotol minyak goreng itu kan lumayan” ungkap Rahmi
Saat dikonfirmasi mengenai maksud dan tujuannya untuk belanja sendiri dipasar Rahmi mengatakan bahwa memang hal tersebut menjadi kebiasaannya selain dengan maksud untuk membeli sesuai keperluan sendiri, Rahmi juga menjelaskan tujuannya untuk melakukan survey langsung harga bahan kebutuhan pokok, menemui anak-anak yang putus sekolah, gelandangan serta para pengemis.
Rahmi mengatakan bahwa dengan cara demikian dirinya bisa mengetahui langsung realitas lapangan yang sebenarnya, sehingga ditemui suatu masalah, langsung di cari solusinya (speed in action) apalagi dalam setiap aksinya Rahmi mengaku tidak dimpingi oleh siapa pun hanya masyarakat yang langsung melaporkan bahwa dirinya sedang berbelanja” ungkap Rahmi
Rahmi mengatakan bahwa berdasarkan penelusurannya pedagang memilih untuk menjual minyak goreng kampung karena harga mogor kampung ini harganya lebih terjangkau, serta memiliki citra rasa khas, serta pasokannya banyak yang sebagian besar berasal dari ibu-ibu dasawisma.”lima butir kelapa bisa menghasilkan sebotol minyak goreng itu kan lumayan” ungkap Rahmi
Saat dikonfirmasi mengenai maksud dan tujuannya untuk belanja sendiri dipasar Rahmi mengatakan bahwa memang hal tersebut menjadi kebiasaannya selain dengan maksud untuk membeli sesuai keperluan sendiri, Rahmi juga menjelaskan tujuannya untuk melakukan survey langsung harga bahan kebutuhan pokok, menemui anak-anak yang putus sekolah, gelandangan serta para pengemis.
Rahmi mengatakan bahwa dengan cara demikian dirinya bisa mengetahui langsung realitas lapangan yang sebenarnya, sehingga ditemui suatu masalah, langsung di cari solusinya (speed in action) apalagi dalam setiap aksinya Rahmi mengaku tidak dimpingi oleh siapa pun hanya masyarakat yang langsung melaporkan bahwa dirinya sedang berbelanja” ungkap Rahmi




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum