Operasi pemisahan kulit wajah dan bahu yang dilakukan oleh dokter ahli terhadap Bari Setiawan Razak bocah 6 tahun berasal dari desa Bulota Kecamatan Talaga Jaya yang menderita cacat akibat kecelakaan maut saat berumur 5 bulan semalam telah menjalani operasi dengan sukses. Keberhasilan tersebut tampak dari hasil operasi yang berhasil memisahkan kulit wajah dan baru, yang diakhiri dengan melakukan pencangkokan kulit yang diambil dari bagian paha berukuran 15 x 10 cm, untuk menutupi jaringan kulit yang terpisah dibagian leher. operasi yang dilakukan oleh dr. Iskandar Rauf, S.PAN spesialis anastesi dan dr. Tomi Suharso, S.POT specialis ortopedi itu berlangsung selama 4 jam lebih berlangsung diruang operasi rumah Sakit M.M Dunda Limboto. Kamis. 25/6
Tim dokter Iskandar Rauf dan dr. Tomi Suharso saat ditemui diruang bedah pasca operasi mengatakan bahwa dalam proses operasi berjalan dengan lancar dimana telah didukung dengan seluruh perlengkapan dan obatan-obatan yang ada. Namun untuk hasil operasi kedepan tim dokter belum bisa menjamin sebuah kesempurnaan, sebab menurut dokter, selain ini merupakan suatu kekuasaan tuhan, juga karena alasan usia cacat tersebut telah mencapai 6 tahun, diamana akibat kontraksi antar kulit wajah dan bahu telah mengakibatkan posisi rahang tidak simetris, selain itu pula sebagai dari akibat luka bakar sudah tentunya mengakibatkan jaringan parut (sikartik) sehingga kulit nampak berkontraksi.
Diakhir penjelasannya tim dokter mengatakan bahwa dengan dilakukan operasi pemisahan kulit tersebut kedepan diharapkan dapat memberikan ruang gerak yang leluasa khsusnya bagi bagian leher apalagi untuk menutupi jaringan kulit yang terbuka telah di cangkokan kulit bagian paha.
Diungkapkan pula bahwa proses operasi kontruksi seperti ini dilakukan secara bertahap, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan oprasi selanjutnya, namun hal tersebut dilakukan atas dasar pertimbangan repon pasien dimana harus dilakukan pengamatan terhadap hasil operasi awal.
Sesuai informasi dari pihak orang tua pasien yang turut mendampingi, bocah tersebut siuman pada pukul 01:00 tengah malam saat berada diruang ICCU.
Tim dokter Iskandar Rauf dan dr. Tomi Suharso saat ditemui diruang bedah pasca operasi mengatakan bahwa dalam proses operasi berjalan dengan lancar dimana telah didukung dengan seluruh perlengkapan dan obatan-obatan yang ada. Namun untuk hasil operasi kedepan tim dokter belum bisa menjamin sebuah kesempurnaan, sebab menurut dokter, selain ini merupakan suatu kekuasaan tuhan, juga karena alasan usia cacat tersebut telah mencapai 6 tahun, diamana akibat kontraksi antar kulit wajah dan bahu telah mengakibatkan posisi rahang tidak simetris, selain itu pula sebagai dari akibat luka bakar sudah tentunya mengakibatkan jaringan parut (sikartik) sehingga kulit nampak berkontraksi.
Diakhir penjelasannya tim dokter mengatakan bahwa dengan dilakukan operasi pemisahan kulit tersebut kedepan diharapkan dapat memberikan ruang gerak yang leluasa khsusnya bagi bagian leher apalagi untuk menutupi jaringan kulit yang terbuka telah di cangkokan kulit bagian paha.
Diungkapkan pula bahwa proses operasi kontruksi seperti ini dilakukan secara bertahap, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan oprasi selanjutnya, namun hal tersebut dilakukan atas dasar pertimbangan repon pasien dimana harus dilakukan pengamatan terhadap hasil operasi awal.
Sesuai informasi dari pihak orang tua pasien yang turut mendampingi, bocah tersebut siuman pada pukul 01:00 tengah malam saat berada diruang ICCU.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum