Dalam pelaksanaan PKK Mobile yang digelar bergiliran disetiap kecamatan Sekabupaten Gorontalo, sangat membantu PKK untuk terus melakukan pemantauan di tingkat lapangan. Khusus bagi Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Rahmijati David Bobihoe yang juga selaku ketua Forum PAUD Kabupaten Gorontalo memen tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kondisi PAUD non formal yang ada dilapangan, sebagaimana yang dilakukannya pada PKK Mobile di Kecamatan Asparaga.02/5.
Dalam kunjungan langsung, Rahmijati menemukan fakta bahwa hampir seluruh PAUD yang ada khsusnya di Asparaga, telah memiliki bangunan sendiri meski ada yang berstatus pinjaman, terbukti dengan 3 buah PAUD yang diresmikan pada saat itu. Namun hal yang menarik dari kunjungan tersebut, Rahmijati menemukan sebuah PAUD yang di bangunan diatas tanah berukuran 11 X 30 M2 hasil hibah masyarakat. Fisik bangunan sangat sederhana dengan kontruksi bangunan dari papan yang pada saat itu sementara melakukan proses lantainisasi, tepatnya di PAUD Anggrek yang berlokasi di dusun Karya Bersama Desa Bululi.
Rahmijati mengatakan bahwa yang harus diakui bahwa PAUD tidak akan berlanjutan jika tidak memperoleh dukungan dari orang tua anak didik serta masyarakat, sehingganya Rahmi mencontohkan apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Bululi tersebut merupakan salah satu kepedulian masyarakat bagi anak-anak kedepan, sebab menurutnya hal tersebut dilakukan semata-mata karena keikhlasan tanpa maksud apapun.
Sehingganya pada kesempatan tersebut, sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi masyarakat Rahmijati dihadapan seluruh masyarakat unsur diknas, pendidik PAUD dan anak PAUD, menyerahkan sejumlah dana pribadinya sendiri, yang kemudian oleh masyarakat, Rahmijati diberikan kehormatan untuk meletakan batu pertama proses lantainisasi..
Dalam kunjungan langsung, Rahmijati menemukan fakta bahwa hampir seluruh PAUD yang ada khsusnya di Asparaga, telah memiliki bangunan sendiri meski ada yang berstatus pinjaman, terbukti dengan 3 buah PAUD yang diresmikan pada saat itu. Namun hal yang menarik dari kunjungan tersebut, Rahmijati menemukan sebuah PAUD yang di bangunan diatas tanah berukuran 11 X 30 M2 hasil hibah masyarakat. Fisik bangunan sangat sederhana dengan kontruksi bangunan dari papan yang pada saat itu sementara melakukan proses lantainisasi, tepatnya di PAUD Anggrek yang berlokasi di dusun Karya Bersama Desa Bululi.
Rahmijati mengatakan bahwa yang harus diakui bahwa PAUD tidak akan berlanjutan jika tidak memperoleh dukungan dari orang tua anak didik serta masyarakat, sehingganya Rahmi mencontohkan apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Bululi tersebut merupakan salah satu kepedulian masyarakat bagi anak-anak kedepan, sebab menurutnya hal tersebut dilakukan semata-mata karena keikhlasan tanpa maksud apapun.
Sehingganya pada kesempatan tersebut, sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi masyarakat Rahmijati dihadapan seluruh masyarakat unsur diknas, pendidik PAUD dan anak PAUD, menyerahkan sejumlah dana pribadinya sendiri, yang kemudian oleh masyarakat, Rahmijati diberikan kehormatan untuk meletakan batu pertama proses lantainisasi..




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum