RAHMI "Stiker tanda rumah bersih"
Seolah tiada hentinya upaya PKK untuk masyarakatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat Kabupaten Gorontalo. Setelah melalui sosialisasi dalam bentuk kegiatan olahraga dan pelayanan kesehatan lainnya, kembali PKK kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo melakukan sosialisasi secara langsung dirumah penduduk dengan cara memasang stiker PHBS dirumah yang dianggap layak telah berperilaku hidup bersih dan sehat di pusatkan dilingkungan IV dasawisma 35 kelurahan Bolihuangga Kecamatan Limboto. Dalam pencanangan itu sejumlah 500 stiker ditempelkan dan disebar melalui ketua-ketua Dasawisma sebagai pihak yang anggap lebih mengenal lingkungannya. Sementara itu Ketua PKK Kabupaten Gorontalo atas nama PKK selaku penyelenggara melakukan pemasangan stiker perdana dirumah ibu waty Angge.Selasa 29/04 stiker tersebut bertuliskan himbauan bagi masyakat untuk berperilaku hidup bersiah dengan mencantumkan 7 kriteria PHBS yang meliputi item pertolongan persalinan oleh tenaga medis, Balita memperoleh ASI eksklusif, memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan, memiliki sumber air bersih, memiliki jamban, luas rumah sesuai dengan anggota keluarga dan rumah tidak berlantaikan tanah. terdapat pula syarat 3 gaya hidup PHBS meliputi keluarga memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang 3B (Beragam, Bergizi, Berimbang), Aktifitas olah raga secara rutin dan tidak merokok dalam rumah. Stiker diberikan lambangg PKK disertai dengan potrtet ketua PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Rahmijati David Bobihoe.
Dalam sambutannya Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Rahmijati David Bobihoe mengatakan bahwa PHBS menjadi perhatian utama PKK , karena PKK merupakan obyek
dalam program ini, sebagaimana yang tertuang dalam 10 program PKK khsususnya POKJA IV bidang kesehatan. Selain itu pula Rahmijati mengatakan bahwa kegiatan itu digelar lebih cepat dari rencana semula, mengingat bahwa pentingnya untuk membangkitkan kesadaran msyarakat akan kebersihan lingkungan sejak dini, dimana persoalan kebersihan itu merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diharapkan setiap masyarakat untuk saling mengingatkan. Namun menurut Rahmi hal tersebut jangan disalah artikan dengan mengharapkan orang lain bertangungjawab untuk kebersihan pribadi "Bangkitkan kesadarn hidup bersih, jangan sampai halaman rumah sendiri nanti dibersihkan oleh orang lain" tegas Rahmi.
Rahmijati pula mengatakan bahwa pemasangan stiker saat ini bukan sekerdar merupakan kegitan seremonial belaka, tetapi lebih diarahkan pada pendataan masyarakat yang telah tergolong berperilaku hidup sehat dan bersih, dimana dalam setiap penempelan disertai dengan daftar nama pemilik rumah lengkap dengan tandatangan dan alamat. "Setiap rumah yang dipasang stiker, harus disertai dengan data pribadi sehingga melalui program ini kedepan dapat diukur baik secara kualitas dan kwantitas" Jelas Rahmi
Walau hanya digelar dalam sesaat, namun kegiatan ini memberikan kesan yang mendalam, sebab dihadiri baik oleh anggota PKK Kabupaten Gorontalo sendiri, juga dihadiri oleh unsur kesehatan lengakp, pemerintah kecamatan, desa bahkan dasawisma.
Seolah tiada hentinya upaya PKK untuk masyarakatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat Kabupaten Gorontalo. Setelah melalui sosialisasi dalam bentuk kegiatan olahraga dan pelayanan kesehatan lainnya, kembali PKK kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo melakukan sosialisasi secara langsung dirumah penduduk dengan cara memasang stiker PHBS dirumah yang dianggap layak telah berperilaku hidup bersih dan sehat di pusatkan dilingkungan IV dasawisma 35 kelurahan Bolihuangga Kecamatan Limboto. Dalam pencanangan itu sejumlah 500 stiker ditempelkan dan disebar melalui ketua-ketua Dasawisma sebagai pihak yang anggap lebih mengenal lingkungannya. Sementara itu Ketua PKK Kabupaten Gorontalo atas nama PKK selaku penyelenggara melakukan pemasangan stiker perdana dirumah ibu waty Angge.Selasa 29/04 stiker tersebut bertuliskan himbauan bagi masyakat untuk berperilaku hidup bersiah dengan mencantumkan 7 kriteria PHBS yang meliputi item pertolongan persalinan oleh tenaga medis, Balita memperoleh ASI eksklusif, memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan, memiliki sumber air bersih, memiliki jamban, luas rumah sesuai dengan anggota keluarga dan rumah tidak berlantaikan tanah. terdapat pula syarat 3 gaya hidup PHBS meliputi keluarga memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang 3B (Beragam, Bergizi, Berimbang), Aktifitas olah raga secara rutin dan tidak merokok dalam rumah. Stiker diberikan lambangg PKK disertai dengan potrtet ketua PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Rahmijati David Bobihoe.
Dalam sambutannya Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Rahmijati David Bobihoe mengatakan bahwa PHBS menjadi perhatian utama PKK , karena PKK merupakan obyek
dalam program ini, sebagaimana yang tertuang dalam 10 program PKK khsususnya POKJA IV bidang kesehatan. Selain itu pula Rahmijati mengatakan bahwa kegiatan itu digelar lebih cepat dari rencana semula, mengingat bahwa pentingnya untuk membangkitkan kesadaran msyarakat akan kebersihan lingkungan sejak dini, dimana persoalan kebersihan itu merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diharapkan setiap masyarakat untuk saling mengingatkan. Namun menurut Rahmi hal tersebut jangan disalah artikan dengan mengharapkan orang lain bertangungjawab untuk kebersihan pribadi "Bangkitkan kesadarn hidup bersih, jangan sampai halaman rumah sendiri nanti dibersihkan oleh orang lain" tegas Rahmi.
Rahmijati pula mengatakan bahwa pemasangan stiker saat ini bukan sekerdar merupakan kegitan seremonial belaka, tetapi lebih diarahkan pada pendataan masyarakat yang telah tergolong berperilaku hidup sehat dan bersih, dimana dalam setiap penempelan disertai dengan daftar nama pemilik rumah lengkap dengan tandatangan dan alamat. "Setiap rumah yang dipasang stiker, harus disertai dengan data pribadi sehingga melalui program ini kedepan dapat diukur baik secara kualitas dan kwantitas" Jelas Rahmi
Walau hanya digelar dalam sesaat, namun kegiatan ini memberikan kesan yang mendalam, sebab dihadiri baik oleh anggota PKK Kabupaten Gorontalo sendiri, juga dihadiri oleh unsur kesehatan lengakp, pemerintah kecamatan, desa bahkan dasawisma.




Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum