
SELESAIKAN TANGGUNGJAWAB
UMROHKAN PKK

SERAHKAN MOBIL PGRI
01 April, 2008
RAHMI MINTA KOPERASI WANITA DIAKTIFKAN
Ketua PKK Kabupaten Gorotnalo Ny. Rahmijati David Bobihoe mengharapkan kepada seluruh koperasi wanita agar terus melakukan pembenahan manajemen koperasi. Pasalnya di Kabupaten Gorontalo koperasi wanita menjadi perhatian utama pemerintah pusat melalui menteri Perekonomian dan koperasi Bapak Surya Dharma Ali dalam kunjungannya ke Kabupaten Gorontalo dalam pelaksnaan GM di Kecamatan Bongomeme beberapa pekan lalu. Diungkapkan bahwa masing-masing koperasi wanita aktif akan memperoleh bantuan modal sejumlah 100 juta. Hal ini merupakan kesempatan emas bagi ibu-ibu untuk untuk berusaga dan memajukan perekonomian keluarga melalui koperasi jelas Rahmi.Ini dijelaskan secara gamblang oleh Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Rahmijati David Bobihoe dalam sambutannya saat membuka Program Gerak sehat berbasis dasawisma dalam rangkaian kegiatan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam rumah tangga, yang digelar bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo bertempat di Aula Kantor Camat Telaga. Selasa 0104Rahmi dalam penjelasannya mengajak seluruh ibu-ibu yang menjadi pengurus Koperasi wanita agar serius dalam hal tersebut, sebab pemerintah pusat telah menggaris bawahi menggenjot ekonomi keluarga melalui koperasi wanita adalah sangat efektif, sehingga harapan tersebut agar dapat direalisasikan. Jelas Rahmi.Mengenai teknis pelaksanaannya Rahmijati mengatakan bahwa hanya koperasi yang memiliki manajemen yang baik yang akan diberikan bantauan, hal ini terbukti dengan laporan berupa hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) menjadi dasar pemberian bantuan.”Semua koperasi wanita bakal menikmati bantuan modal, tetapi yang menjadi syarat utama koperasi harus ada RAT dan melampirkannya pada permohonan bantuan di ke Dinas Koperasi Kabuapten Gorontalo” Ungkap rahmi.Diakhir penjelasnnya Rahimjati mengharapkan agar kesempatan emas ini tidak disia-siakan, mengingat yang menjadi permasalahan utama dari koperasi wanita saat ini adalah kekurangan modal dan anggota yang kredit macet sehingga koperasi hanya menjadi komperasi pinjam-pinjang jelas RAhmi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Posting Komentar
Ingin memberikan komentar tapi belum memiliki E-Mail silahkan pilih status anonymous maka anda bebas berkomentar terbuka untuk umum